Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 19:29 WIB
  • Ini Penyebab Barito Putera Hanya Finis di Papan Tengah

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Pratama Yudha
Ini Penyebab Barito Putera Hanya Finis di Papan Tengah
Photo :
  • Istimewa
Pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago

VIVA – Prestasi Barito Putera di Liga 1 musim lalu terbilang tak terlalu memuaskan. Menargetkan bisa bersaing di papan atas, Barito nyatanya hanya mampu finis di posisi 7 klasemen sementara.

Secara teknis, Barito sebenarnya bisa bersaing di papan atas. Kurang apa mereka? 

Pemain muda berkualitas. Amunisi senior dan asingnya juga tak main-main. Mereka juga diarsiteki oleh pelatih papan atas, yakni Jacksen Ferreira Tiago.

Ada tiga sebab yang membuat Barito kesulitan bersaing di papan atas. Salah satunya adalah inkonsistensi regulasi terkait penggunaan pemain U-23.

Barito menjadi tim yang paling getol mencari pemain muda. Akhirnya, skuat mereka mayoritas dihuni pemain muda. 

Saat regulasi diterapkan, Barito tampil begitu eksplosif. Namun, mereka kesulitan bersaing saat peraturan U-23 dinonaktifkan.

"Terkait regulasi, sudah pernah saya singgung. Jika tak berubah, kami berpeluang besar jadi juara atau setidaknya bersaing di papan atas," kata Jacksen.

Itu bukan cuma satu-satunya alasan. Masih ada dua alasan lainnya. Kepergian Thiago Cunha meninggalkan lubang yang begitu besar di sektor depan.

"Selain itu, banyak juga pemain kami yang absen di beberapa laga karena membela Timnas Indonesia," terang Jacksen. (one)