Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 12:47 WIB
  • Formasi Gila Klopp di Liverpool Berujung Berondongan 5 Gol

  • Oleh
    • Satria Permana
Formasi Gila Klopp di Liverpool Berujung Berondongan 5 Gol
Photo :
  • Reuters/John Sibley
Para pemain Liverpool rayakan gol ke gawang Brighton & Hove Albion

VIVA – Manajer Liverpool, Juergen Klopp, kembali menerapkan eksperimen gila terhadap tim asuhannya. Saat melawan Brighton & Hove Albion, Klopp menempatkan dua gelandang pekerja keras sebagai bek tengah, demi menemani Dejan Lovren.

Keduanya adalah Emre Can serta Georginio Wijnaldum. Can mungkin sudah tak asing dengan peran tersebut.

Sebab, Klopp sempat mencoba Can bermain sebagai bek di awal kedatangannya. Namun, Wijnaldum baru kali ini bermain sebagai bek. Dan, dia cukup cakap memainkan peran itu, meski sebenarnya naluri menyerangnya sangat tinggi.

Lovren, Can, dan Wijnaldum jadi tiga benteng kembar. Di depan mereka, ada dua gelandang pekerja keras seperti Jordan Henderson dan James Milner. Kinerja mereka didukung oleh playmaker kreatif seperti Philippe Coutinho. Sedangkan, dua pemain muda, Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson dipercaya bermain sebagai gelandang sayap.

Di mana posisi Mohamed Salah? Dia menjalani peran yang berbeda kali ini. Salah tak ditempatkan sebagai penyerang atau gelandang sayap, tapi dia berdiri di belakang Roberto Firmino yang bertugas sebagai real number nine.

Klopp mengaku formasi ini memang sangat gila. Dia juga menyatakan anak-anak asuhnya masih kurang familiar dengan skema ini.

"Kami sama sekali tak memiliki ide terkait susunan pemain seperti ini hingga pertemuan Jumat 1 Desember 2017 lalu. Formasi kami tentu mengejutkan semua orang," kata Klopp dilansir Sky Sports.

"Pemain tentu harus beradaptasi. Momen yang bagus bagi kami untuk menciptakan situasi seperti ini. Pemain mampu menjalankan tugasnya dengan baik," ujarnya menambahkan.

Klopp berpotensi melakukan eksperimen gila lain bersama Liverpool. Pria 50 tahun tersebut menuntut anak-anak asuhnya untuk bermain dalam sistem yang berbeda-beda. "Memang seharusnya bisa seperti itu." (mus)