Hawking: Masa Depan Manusia Ada di Luar Angkasa

Stephen Hawking
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Fisikawan ternama Stephen Hawking sangat percaya jika manusia tidak akan bisa bertahan hidup di bumi dalam kurun 1.000 tahun ke depan. Pasalnya, menurut dia, bumi semakin ringkih.

Ada Kabar Baik soal Alien

Dikatakan Hawking, saat menjadi pembicara di Oxford University Union, seperti dikutip dari Daily Mail, ancaman terhadap bumi tidak hanya datang dari luar tapi juga dalam bumi. Selain ancaman asteroid, bencana dari dalam bumi juga bisa dihasilkan dari perang nuklir, rekayasa virus dan meningkatnya ancaman artificial intelligence (robot).

"Saya rasa kita tidak bisa bertahan hidup di bumi 1.000 tahun lalu. Kita harus segera keluar dari planet ini," ujar Hawking.

Benarkah Gunung Toba Pernah Musnahkan Peradaban Manusia?

Oleh karena itu Hawking pun menyarankan semua orang untuk mulai memiliki rasa ketertarikan terhadap perjalanan luar angkasa. Dia yakin bahwa luar angkasa merupakan masa depan peradaban manusia.

Hawking pun mengaku jika dia telah mendapatkan pelatihan khusus untuk tinggal di luar angkasa. Pelatihan itu ia peroleh karena Bos Virgin Atlantic, Richard Bransons akan membawa Hawking ke luar angkasa dengan pesawat Ride Virgin Atlantic.

5 Ancaman Terbesar untuk Peradaban Manusia

"Semua harus menaruh perhatian pada luar angkasa. Harus punya minat untuk bisa bepergian ke luar angkasa. Saya rasa, ras manusia tidak akan punya masa depan kalau tidak ke luar angkasa," katanya.

(mus)

Mesopotamia, peradaban suku pertama dan tertua di dunia.

Teka-Teki Peradaban Tertua di Dunia

Bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa bangsa Sumeria memiliki beberapa pesaing, termasuk Mesir kuno, sebagai peradaban tertua di dunia.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2022