Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 22 Juni 2017 | 12:06 WIB
  • Panas Bumi, Indonesia Berguru ke Selandia Baru

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Panas Bumi, Indonesia Berguru ke Selandia Baru
Photo :
  • Istimewa
Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dengan Hon Judith Collins

VIVA.co.id – Energi panas Bumi yang ada di Indonesia tergolong besar, namun sayangnya sejauh ini pemanfaatannya masih terbilang kurang. Untuk menggali potensi energi panas Bumi tersebut, Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama dengan Selandia Baru. 

Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru di bidang energi terbarukan, khususnya tenaga panas bumi yang telah terjalin sejak 1970-an. Diharapkan kerja sama itu bisa meningkat dari sisi investasi. 

Kerja sama bantuan teknis berupa peningkatan kapasitas seperti kerja sama antar universitas kedua negara untuk melatih SDM Indonesia bidang panas Bumi diharapkan dapat meluas dan lebih konkret.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Selandia Baru Hon Judith Collins di kantornya di Gedung Parlemen, Wellington.

“Potensi tenaga panas Bumi Indonesia sekitar 40 persen dari cadangan dunia namun masih sedikit yang dimanfaatkan.” ungkap Dubes Tantowi dalam keterangan tertulisnya, Kamis 22 Juni 2017.

Tapi sayangnya, teknologi dan kapasitas yang dimiliki Indonesia belum dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal sehingga peluang untuk investasi asing cukup terbuka.

“Untuk pembangkitan tenaga listrik terdapat 29 ribu megawatt potensi panas Bumi dimanfaatkan secara keseluruhan,” kata Tantowi.

Untuk itu, diharapkan perusahaan energi Selandia Baru yang dikenal memiliki keunggulan di bidang tenaga panas bumi dapat terlibat langsung mengembangkan energi panas bumi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus melaksanakan berbagai kebijakan dalam rangka menciptakan iklim perekonomian yang mendukung masuknya investasi termasuk mengupayakan sistem tarif dan harga listrik yang ekonomis. 

Menteri Collins menyampaikan, bagaimana energi terbarukan bisa dikelola di Selandia Baru, penggunaan energi baru dan terbarukan diarahkan untuk menjadi sumber utama suplai energi. Sekitar 80 persen listrik menggunakan sumber terbarukan seperti angin, panas bumi, hidro, dan tenaga surya. 

Pemanfaatan tenaga panas bumi terus meningkat, khususnya untuk listrik lebih dari 15 persen bersumber dari energi panas Bumi. Keunggulan dalam teknologi pengelolaan panas Bumi Selandia Baru sangat berpotensi mendorong pengembangan panas Bumi di Indonesia.

Dalam rangka lebih mendorong kerja sama energi antara Indonesia dan Selandia Baru, Dubes Tantowi menyampaikan inisiatif baru yang dapat memperlancar komunikasi seperti dibentuknya Indonesia New Zealand Energy Dialogue. 

Terobosan baru ini disambut baik oleh Menteri Collins. Menurutnya, forum seperti itu dapat lebih mendekatkan hubungan, jejaring, dan komunikasi antara pemangku kepentingan di kedua negara. 

Dubes Tantowi juga menyampaikan adanya minat dari Indonesia untuk berinvestasi di Selandia Baru, termasuk di bidang energi. Selandia Baru sangat mendukung jika ada Indonesia akan berinvestasi di Selandia Baru. Selain panas bumi, sumber energi tenaga angin juga merupakan potensi besar di Selandia Baru.