Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 26 Juni 2017 | 18:09 WIB
  • Lebaran, Penggunaan Layanan Data Telkomsel Naik 136%

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono
Lebaran, Penggunaan Layanan Data Telkomsel Naik 136%
Photo :
  • Dok. Telkomsel
Telkomsel Perkuat Jaringan di Lokasi Wisata.

VIVA.co.id – Tahun ini Telkomsel kembali mencatat kenaikan layanan data di moment lebaran. Telkomsel mengalami lonjakan penggunaan layanan data lebih dari 136 persen, menembus angka lebih dari 6.000 TB (Terabyte) di hari lebaran.

Berdasarkan rilis yang diterima VIVA.co.id, Senin 26 Juni 2017, angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan trafik data di periode yang sama tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan hari normal selama 2017, layanan ini juga mengalami kenaikan lebih dari 27 persen. Penggunaan layanan data ini paling banyak dimanfaatkan oleh pelanggan untuk mengakses media sosial (36 persen), disusul layanan video streaming (29 persen).

Peningkatan trafik layanan data terlihat paling tinggi terjadi di daerah-daerah tujuan mudik. Wilayah Sumatera mengalami peningkatan penggunaan layanan data hingga lebih dari 36 persen, sementara wilayah Jawa Bali (di antaranya meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur) mencapai lebih dari 32 persen jika dibandingkan dengan hari normal 2017.

Namun secara nominal,  trafik layanan data tertinggi berada di wilayah Jabotabek dan Jawa Barat, yang menembus angka lebih dari 1.700 TB, disusul dengan area Jawa Bali yang mengkonsumsi lebih dari 1.645 TB.

Penggunaan layanan data pada di momen lebaran juga tercatat mengalami peningkatan di beberapa lokasi yang menjadi titik berkumpulnya pemudik, seperti Bandara Soekarno Hatta, Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Merak, pintu keluar Tol Kaliangsa, rest area KM 9 Cibubur, dan Pelabuhan Ferry Kolaka (Sulawesi Tenggara).

Berbeda dengan layanan data, layanan suara dan pesan singkat tidak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan trafik di hari normal. Trafik layanan suara turun 6 persen menjadi 1,3 miliar menit, sementara pesan singkat cenderung stagnan di angka 740 juta pesan.