Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 4 Juli 2017 | 16:39 WIB
  • VIDEO: Lebah Bisa Bikin Kamera Ponsel Makin Akurat

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
VIDEO: Lebah Bisa Bikin Kamera Ponsel Makin Akurat
Photo :
  • www.pixabay.com/ju1959jjj
Ilustrasi lebah

VIVA.co.id – Penelitian baru tentang cara lebah madu melihat warna bisa membuka jalan bagi peningkatan kamera yang lebih akurat pada ponsel, pesawat tak berawak sampai robot. Cara lebah madu menyensor lingkungan sekitar bisa dipakai untuk merevolusi teknologi kamera.

Mengidentifikasi warna di lingkungan luar kompleks termasuk sangat sulit karena warna cahaya terus berubah. Untuk itu bagaimana lebah madu melakukannya bisa menjadi bahan peningkatan kamera pada berbagai perangkat. Kesimpulan itu didapatkan tim ilmuwan dari RMIT University, Monash University, University of Melbourne dan Deakin University, Australia. 

Dikutip dari Phys, Selasa 4 Juli 2017, tim ilmuwan dari Melbourne, Australia tersebut melihat bagaimana lebah madu memecahkan masalah ini dan menemukan mekanisme baru untuk memproses informasi warna. Proyek penelitian ini didukung dana hibah dari Australian Research Council (ARC).

"Untuk sistem digital seperti kamera atau robot, warna benda sering berubah. Saat ini masalah ini ditangani dengan mengasumsikan dunia tersebut adalah abu-abu," ujar Associate Professor RMIT University, Adrian Dyer.

Dia menuturkan, dengan keterbatasan pengenalan warna pada kamera itu, berarti kamera akan sulit untuk mengidentifikasi warna asli sebuah objek. Kelemahan pengenalan warna pada kamera juga berarti membuat solusi pencitraan warna luar ruangan pesawat tak berawak, menjadi terbatas. 

Sementara kamera masih punya kelemahan, lebah punya keunggulan pengenalan warna karena memiliki tiga mata ekstra (ocelli) di bagian atas kepala mereka yang terlihat langsung di langit. 

Penulis utama studi tersebut, Jair Garcia dan tim nya menemukan, ocelli lebah mengandung dua reseptor warna yang secara sempurna disetel untuk menyensor warna cahaya sekitar. Lebah juga memiliki dua mata gabungan utama yang secara langsung menyensor warna bunga dari lingkungannya.

"Fisika menyarankan penginderaan ocelli menyensor warna cahaya memungkinkan otak untuk menghilangkan iluminasi berwarna alami yang kemudian akan membingungkan persepsi warna," ujar Garcia.

Untuk menguji hipotesa tersebut, Yu-Shan Hung dari Universitas Melbourne memetakan jejak saraf dari ocelli dan menunjukkan proyeksi syaraf yang memang masuk ke area pemprosesan warna utama otak lebah.

Profesor dari Center ARC untuk Nanoscale BioPhotonics RMIT University, Andrew Greentree cukup terkejut dengan kemampuan fitur pada lebah tersebut.

Untuk itu, tim peneliti yakin kemampuan pada lebah itu bisa diadopsi pada teknologi yang dibuat manusia. 

"Kami menggunakan solusi biologi dari alam untuk mengatasi masalah utama dalam persepsi visual. Penemuan tentang keteguhan warna ini dapat diimplementasikan ke dalam sistem pencitraan agar memungkinkan interpretasi warna yang akurat," jelas Dyer.

Penemuan ini dinilai Profesor dari Deakin University, John Endler memberikan solusi hebat untuk masalah klasik dan membuat ketajaman warna menjadi tidak mahal. Hasil studi empat universitas itu telah diterbitkan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

Laporan: Samsuri/Jakarta