Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 5 Juli 2017 | 12:12 WIB
  • Ilmuwan Temukan Resep Bangunan Kuat ala Romawi

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Ilmuwan Temukan Resep Bangunan Kuat ala Romawi
Photo :
  • REUTERS/Jamal Saidi
Kuil Bakhous dan Jupiter di kota Romawi Baalbek

VIVA.co.id – Saat ini hampir semua bangunan masa lalu yang dibangun di masa kerajaan Romawi masih berdiri tegak dan jadi objek wisata. Teknologi bangunan di masa itu ternyata kekuatannya mampu mengalahkan bangunan masa kini.

Para ilmuwan mengaku tertarik meneliti material yang ada di dalam bangunan-bangunan kerajaan yang pernah berjaya di masa lalu itu. Ternyata memang ada perbedaan materi yang membuatnya lebih kuat dan kokoh.

Dilansir melalui ABC.net.au, bangunan kuno Roma bahkan bisa tetap kokoh berdiri meski terendam dan terpapar air laut ratusan tahun. Ternyata bangunan buatan kerajaan Roma terdiri atas campuran kapur (kalsium oksida), batuan vulkanik, dan abu vulkanik. Temuan ini tertulis dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal American Mineralogist.

"Ini merupakan bahan bangunan yang paling tahan lama dalam sejarah manusia. Jika terpapar air laut, elemen dalam material vulkanik akan bereaksi dan malah memperkuat struktur beton, mencegah tumbuhnya retakan dari waktu ke waktu," ujar peneliti bernama Philip Brune.

Material yang digunakan oleh kerajaan Romawi ini sedikit berbeda dengan saat ini. Zaman sekarang, tukang bangunan menggunakan beton dengan campuran batu gamping, batu pasir, abu, kapur, besi, dan tanah liat. Jika beton zaman sekarang dirancang untuk tidak berubah setelah dipasang, Romawi merancang bangunan untuk bisa memperkuat dirinya sendiri dari waktu ke waktu.

Sebelumnya, para ilmuwan juga menemukan adanya kandungan lain dalam beton buatan Romawi, yakni elemen alumina tobermorite, mineral langka yang sulit diproduksi. Namun, setelah penelitian panjang, ada tambahan mineral yang ditemukan.

"Tobermorite memang membentuk beton Romawi sejak awal, saat air laut bereaksi dengan campuran tersebut untuk menghasilkan panas,” kata dia.

“Dari mineral ini, tumbuh mineral langka lain secara alami dari batuan vulkanik bernama philipsite. Air laut yang memapar beton berpuluh-puluh tahun, menyebabkan tobermorite dan philipsite mengkristal, mencegah terbentuknya retakan dan semakin memperkuat bangunan," ujar peneliti lain, Marie Jackson.

Mereka berkesimpulan jika pola dan materi yang digunakan untuk bangunan Romawi bisa diadopsi oleh bangunan modern, yang lebih ramah lingkungan. Namun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui adanya material lain yang menyertai.

Yang jelas, kata Jackson, korosi bisa benar-benar menghasilkan mineral semen perekat yang bermanfaat dan kuat. (art)