Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 5 Juli 2017 | 16:33 WIB
  • Lahir Bus Bertenaga Asam Semut

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Lahir Bus Bertenaga Asam Semut
Photo :
  • www.bbc.com/CHRIST CLIJSEN
Team Fast dengan uji coba bus berdaya asam semut

VIVA.co.id – Sekelompok tim mahasiswa di Belanda mengembangkan terobosan bahan bakar alternatif untuk kendaraan. Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Team Fast dari Eidhoven University of Technology berhasil mengubah asam format atau dikenal asam semut untuk menjadi bahan bakar bus. 

Tim ini bekerja keras siang dan malam. Sekitar 15 sampai 40 anggota tim bekerja seharian penuh dalam proyek ini, sedangkan sisanya berkontribusi dengan mencurahkan tenaga dan pikirannya setidaknya 20-25 jam per pekan.

Solusi energi terbarukan ini dianggap menawarkan biaya yang lebih murah dan efisien dibanding pengembangan hidrogen. 

Dikutip BBC, Rabu 5 Juli 2017, kunci dari energi terbarukan ini adalah asam format yang bisa diperoleh dari alam. Biasanya asam ini keluar dari sengatan dan gigitan semut dan serangga lainnya, sehingga ada yang menyebutnya asam semut. 

Untuk tingkat industri tekstil dan pengolahan kulit, asam ini sudah dipakai. Di tangan Team Fast, asam format ini secara efisien bisa dijadikan sebagai bahan sel bahan bakar hidrogen, yang bisa dipakai untuk menyalakan kendaraan listrik. Tim tersebut menamakan kolaborasi bahan itu sebagai hydrozine.

Tim tersebut mengatakan, bahan bakar hidrogen yang diramu dengan asam format itu diyakini efisien, ringkas dan jauh lebih bersih dibanding bahan bakar konvensional. Emisi yang dirilis hanya CO2 dan air. 

"Tak ada gas berbahaya lainnya seperti oksida nitrat, jelaga atau oksida sulfur yang dipancarkan," jelas salah satu dari Team Fast, Lucas van Cappellen. 

Untuk mengolah hydrozine, Fast membuatnya melalui reaksi kimia antara air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Dalam reaktor, air dan karbon dioksida diikat menggunakan listrik ramah lingkungan. Tahapan ini adalah proses elektrokimia ramah lingkungan. 

Selanjutnya bahan tersebut dipecah oleh katalis menjadi hidrogen dan karbon dioksida pada sebuah teknologi baru yang disebut reformer. Kemudian hidrogen ditambahkan ke sel bahan bakar yang mana bahan itu beraksi dengan oksigen untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan motor listrik. 

"Penguraian asam format menjadi gas hidrogen adalah salah satu teknologi baru kami yang menjanjikan," ujar Direktur Manajer VDL Enabling Transport Solutions, Menno Kleingeld. 

VDL merupakan pembuat bus dengan sistem penggerak listrik . Bus produksi VDL dipakai oleh Team Fast untuk menguji energi inovasi mereka. 

Bicara soal efisiensi, untuk bisa membangun stasiun pengisian hydrozine disebutkan 100 kali lebih murah dibanding pembangunan stasiun pengisian bahan bakar konvensional yang menelan biaya setidaknya 35 ribu Euro. 

"Hydrozine saat ini lebih murah dibanding bensin dan lebih mahal dari diesel di Belanda. Di masa depan kami memperkirakan harganya bakal turun sehingga lebih murah dari keduanya," kata van Cappellen. 

Saat ini Team Fast siap menerapkan hydrozine pada bus listrik produksi VDL pada akhir tahun ini. Diharapkan jika pengujian ini sukses dan layak, maka bakal ada langkah selanjutnya untuk memperluas penerapan solusi ramah lingkungan tersebut. 

Beberapa pakar meyakini apa yang dikembangkan Team Fast cukup menjanjikan dan beberapa perusahaan langsung mendukung proyek ini. 

"Apa yang kami kerjakan bersama ini adalah versi energi terbarukan yang bisa mengombinasikan energi terbarukan dengan mengambil CO2. Jika kami berhasil dalam hal ini, maka ini akan memberi kita masa depan yang stabil," jelas Manajer Pengembangan Bisnis Senior TNO Industry, Martjin de Graaff. (ase)