Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 6 Juli 2017 | 11:07 WIB
  • Terungkap Pose Jasad 'Masturbasi' di Kota Maksiat Pompeii

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Terungkap Pose Jasad 'Masturbasi' di Kota Maksiat Pompeii
Photo :
  • Reuters
Jasad penduduk Pompeii yang diawetkan oleh abu Vesuvius

VIVA.co.id – Sudah bukan rahasia lagi jika semua orang di dunia menganggap kota kuno Pompeii merupakan kota maksiat. Bahkan mereka percaya jika Tuhan meluluhlantakkan kota yang dipimpin Raja Nero itu melalui letusan gunung Vesuvius.

Kota Pompeii dilupakan orang sejak 79 Masehi lalu, saat gunung Vesuvius meletus. Peristiwa itu menewaskan 16.000 warga dan menimbun kota dengan abu setinggi 3 meter. Pompeii ditemukan kembali pada 1748 di wilayah Campania, sebelah tenggara Napoli, Italia.

Misteri pun terkuak akan kebiasaan warganya yang suka mengumbar kemaksiatan. Ditemukan ribuan jasad membatu yang masih awet, lengkap dengan pose yang aneh, mirip dengan posisi seks dan dalam keadaan tanpa busana.

Baru-baru ini, seorang arkeolog yang meneliti Pompeii menemukan satu jasad membatu dengan posisi seolah sedang masturbasi. Foto jasad yang disebar di Instagram itu langsung viral dan menguatkan Pompeii sebagai kota maksiat. 

Netizen menyebut foto itu sebagai 'Masturbator dari Pompeii'. Namun tidak demikian dengan pendapat seorang ahli vulkanologi dari Itali, Pier Paolo Perone. Menurutnya, tidak mungkin seseorang melakukan hal itu dalam keadaan sedang dilanda gempa. Seseorang akan lebih memilih menyelamatkan diri ketimbang menunggu 'mencapai puncak'.

"Dia membeku dalam pose seperti ini karena sengatan panas yang luar biasa. Dia telah lebih dulu diselimuti gelombang panas dan abu piroklastik yang melapisi kota, membunuh sebagian besar penduduknya," ujar Perone, seperti dikutip dari Mirror.co.uk.

Diyakini Perone, materi itulah yang membuatnya membatu dan bisa memiliki bentuk awet sampai 1.938 tahun kemudian.

"Sebagian besar korban yang ditemukan di kota Pompeii memang kerap menunjukkan posisi yang aneh pada bagian tangan dan kaki. Itu karena adanya kontraksi anggota badan sebagai konsekuensi efek panas tubuh setelah kematian terjadi," jelas Perone, yang mengakui telah meneliti ledakan Vesuvius sejak 25 tahun lalu. (ase)