Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 6 Juli 2017 | 20:53 WIB
  • Indonesia Urutan Ketiga Peningkatan Pelanggan Broadband

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Indonesia Urutan Ketiga  Peningkatan Pelanggan Broadband
Photo :
  • itpro.co,uk
ilustrasi broadband internet

VIVA.co.id – Vice President & Head Marketing of Network Product Unit Ericsson Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal mengatakan pelanggan pita lebar atau broadband terus meningkat di Asia Tenggara dan Oseania.

Peningkatan ini juga terjadi di Indonesia. Menurut laporan Mobility Report 2017 dari Ericsson, Indonesia berada di urutan ketiga peningkatan pelanggan broadband dari seluruh negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Selama kuartal pertama 2017, pengguna broadband di Indonesia tercatat meningkat hingga 10 juta.

"Indonesia berada di nomor tiga dengan penambahan pengguna broadband lebih dari 10 juta user. Dari seluruh pengguna internet broadband di Indonesia pada 2016, 10 persennya sudah menggunakan layanan LTE. Pada 2022 nanti, pengguna layanan LTE akan meningkat 50 persen," kata Ronni di Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Data menunjukkan, perluasan jaringan LTE pada wilayah Asia Tenggara dan Oseania mendorong jumlah pelanggan menjadi monumental. Selain itu, karena kecepatan jaringan seluler di atas LTE semakin cepat, kecepatan unduhan yang menyentuh 1GB per detik, telah tercapai di Australia dan Singapura.

Time to content atau waktu mencapai konten pun mencapai kurang dari empat detik. Hal ini membuat video streaming real-time menjadi tren teratas konsumen. 

Sementara itu, Ronni mengatakan, jumlah pelanggan seluler di Asia Pasifik, berkembang secara stabil. Mulai dari akhir 2016 hingga 2022, diperkirakan jumlah pelanggan seluler di kawasan tersebut akan meningkat.

"Ada tingkat compound annual growth rate (CAGR) atau pertumbuhan tahunan gabungan. Jumlahnya hampir sebesar tiga persen, mencapai sekitar 1,3 Miliar langganan," ucap Ronni.

Ia menjabarkan, Tiongkok, India, Myanmar, Indonesia dan Bangladesh tetap berada di antara sepuluh negara teratas di dunia dalam kategori penambahan jumlah pelanggan seluler. Net addition atau jumlah tambahan pelanggan seluler bersih dari negara-negara tersebut mencapai lebih dari 10 juta.

"Urutan pertama ada India yang mengalami penambahan user lebih dari 43 juta. Disusul oleh Tiongkok dengan penambahan lebih dari 24 juta user, kemudian Indonesia di urutan ketiga dengan total penambahan 10 juta. Lalu di posisi keempat diisi oleh Pakistan yang meningkat lebih dari 5 juta, dan terakhir Nigeria dengan jumlah lebih dari 3 juta pengguna," tutur Ronni.

Tak hanya di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, peningkatan penambahan pelanggan juga terjadi secara global. Rata-rata per harinya, ada 1 juta pelanggan baru layanan broadband. Apabila tren ini berlanjut, pada 2022 nanti, jumlah  pengguna internet di seluruh dunia akan mencapai angka 9 miliar.

"Saat ini jumlah pengguna LTE di dunia sudah mencapai 7,6 miliar dan 28 persen dibandingkan dengan 3G dan 2G. Layanan 2G sendiri diprediksi akan berhenti digunakan pada tahun 2022," katanya.