Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 10 Juli 2017 | 20:41 WIB
  • Obat Epilepsi Bisa Perbaiki Aktivitas Otak Pasien Alzheimer?

  • Oleh
    • Tasya Paramitha
Obat Epilepsi Bisa Perbaiki Aktivitas Otak Pasien Alzheimer?
Photo :
  • pixabay/tlspamg
Ilustrasi obat.

VIVA.co.id – Untuk pertama kalinya, para peneliti telah menunjukkan bahwa obat yang umum digunakan para penderita epilepsi dapat menormalisasi aktivitas otak yang terganggu pada pasien penyakit Alzheimer.

Sebagai informasi, Alzheimer, penyakit yang belum bisa diobati itu diderita satu dari 10 orang berusia di atas 65 tahun. Di tengah-tengah pencarian terapi baru bagi penderita Alzheimer, hasil studi ini pun dinilai sebagai perkembangan yang sangat menjanjikan.

Obat umum epilepsi yang dimaksud adalah levetiracetam atau LEV yang digunakan untuk mengurangi atau meringankan kejang pada penderita epilepsi. Demikian dilansir dari laman Science Alert, Senin, 10 Juli 2017.

Namun, ada beberapa studi terdahulu yang menunjukkan bahwa LEV tidak mengubah pola aktivitas peserta studi yang sehat. Dosis obat juga harus diteliti lebih lanjut untuk mengetahui seberapa banyak dosis LEV yang dibutuhkan pasien Alzheimer untuk mendapat manfaatnya.

Tetapi bahkan dengan ukuran sampel yang kecil dan keterbatasan lainnya, efek dari pengobatan tersebut terlihat sangat menjanjikan sehingga para peneliti sekarang meminta studi yang lebih besar, untuk menyelidiki lebih lanjut potensi LEV sebagai pengobatan Alzheimer.

"Masih terlalu dini untuk menggunakan obat ini secara luas, tapi kami sedang mempersiapkan studi yang lebih besar dan lebih lama,” ucap salah seorang peneliti studi.

Memang belum pasti bahwa obat epilepsi bisa menjadi pilihan pengobatan untuk mengelola gejala Alzheimer. Meski begitu, selama puluhan tahun belakangan, para ilmuwan telah membuat kemajuan dalam mengatasi penyakit ini.

Tahun lalu, tim peneliti lain melaporkan hasil yang sangat menjanjikan dalam percobaan pendahuluan untuk obat yang dapat membersihkan protein beracun yang terbentuk di otak. Perawatan ini sekarang sedang diselidiki dalam sebuah studi berskala besar dengan hasil diharapkan bisa diketahui pada tahun 2020.

Minggu lalu, para peneliti juga berhasil mengenali salah satu protein utama yang terlibat dalam penyakit Alzheimer. Perlu diketahui, pemetaan struktur molekul protein merupakan langkah penting untuk merancang obat baru.

Laporan: Samsuri

  • Kisah Sedih Dua Bocah Bersaudara Derita Alzheimer Dini
    Kisah Sedih Dua Bocah Bersaudara Derita Alzheimer Dini
  • Olahraga, Reverensi Baru Pengobatan Alzheimer
    Olahraga, Reverensi Baru Pengobatan Alzheimer
  • Jamur Diklaim Mampu Cegah Alzheimer
    Jamur Diklaim Mampu Cegah Alzheimer
  • Meditasi dan Musik Bantu Kembalikan Memori yang Hilang
    Meditasi dan Musik Bantu Kembalikan Memori yang Hilang
  • Restoran Ini Diklaim Mampu Kurangi Risiko Alzheimer
    Restoran Ini Diklaim Mampu Kurangi Risiko Alzheimer
  • Studi: Makanan Tinggi Lemak Berisiko Alzheimer pada Anak
    Studi: Makanan Tinggi Lemak Berisiko Alzheimer pada Anak