Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 12 Juli 2017 | 12:53 WIB
  • Bumi Sedang Menuju Kepunahan Keenam

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Bumi Sedang Menuju Kepunahan Keenam
Photo :
  • BBC
Ilustrasi Bulan dan Bumi

VIVA.co.id – Penelitian baru menunjukkan, Bumi sedang menuju kepunahan massal keenamnya. Asumsi tersebut beralasan bahwa penghancuran biologis terhadap satwa liar marak terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Menganalisis spesies yang umum dan langka, para ilmuwan menemukan konsumsi berlebihan dan kelebihan populasi manusia, berkontribusi terhadap hilangnya miliaran satwa liar regional dan lokal. 

Penemuan yang diterbitkan dalam National Proceedings of the National Academy of the Sciences (PNAS) ini menjelaskan, lenyapnya satwa-satwa liar ini menandakan adanya sebuah serangan mengerikan terhadap fondasi peradaban manusia.

"Situasi menjadi sangat buruk sehingga tidak etis apabila tidak menggunakan ungkapan yang tegas," kata pemimpin studi ini, Profesor Gerardo Ceballos dari Universidad Nacional Autónoma de México, sebagaimana melansir Sputnik, Rabu 12 Juli 2017. 

Selama bertahun-tahun, pakar konservasi memperingatkan adanya penghancuran habitat yang terus berlanjut. Fenomena ini dapat menyebabkan kepunahan yang sama, seperti apa memusnahkan dinosaurus.

Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Science Advances melaporkan, tingkat kepunahan vertebrata sekarang akan lebih tinggi daripada pada lima kepunahan massal terakhir. 

"Analisis kami menekankan, masyarakat global saat ini telah mulai menghancurkan spesies organisme lain dengan kecepatan yang tinggi, memulai sebuah episode kepunahan massal yang tak tertandingi selama 65 juta tahun," ujar studi tersebut.

Periset menemukan, mamalia darat telah kehilangan 80 persen jangkauan mereka. Sementara ribuan spesies yang jumlahnya berkurang tidak diklasifikasikan sebagai yang terancam punah. Ini berarti, mereka tidak diberi perlindungan seperti spesies yang terancam punah, sehingga membuat para peneliti merasa kepunahan berikutnya bisa berlanjut, bahkan lebih jauh dari perkirakan sebelumnya.

"Bukti dari penghancuran biologis jelas akan berdampak serius pada ekologi, ekonomi dan sosial. Manusia pada akhirnya akan membayar harga yang sangat tinggi untuk kumpulan kehidupan yang kita ketahui di alam semesta,” ujar peneliti.

Peneliti menuturkan, semua tanda menunjukkan serangan yang lebih kuat terhadap keanekaragaman hayati dalam dua dekade ke depan, melukiskan gambaran suram tentang masa depan kehidupan, termasuk kehidupan manusia. (ase)