Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 09:47 WIB
  • Pertama Kali, Teleportasi Objek dari Bumi ke Antariksa

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Pertama Kali, Teleportasi Objek dari Bumi ke Antariksa
Photo :
  • www.pixabay.com/skeeze
Ilustrasi teleportasi

VIVA.co.id – Para ilmuwan berhasil melakukan teleportasi objek dari Bumi ke luar angkasa untuk pertama kalinya. Sebuah tim peneliti di China mengirim foton dari darat menuju satelit yang mengorbit lebih dari 300 mil di atas daratan Bumi.

Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan sinar X. 

Majalah MIT Technology Review mengatakan, foton itu dikirim melalui proses yang dikenal sebagai keterikatan kuantum atau quantum entanglement.

Sedangkan jarak tersebut digadang-gadang sebagai jarak terjauh yang pernah diuji sepanjang sejarah percobaan teleportasi. Selama sekitar satu bulan, para ilmuwan mengarahkan jutaan foton dari stasiun darat di Tibet, ke satelit yang mengorbit rendah. Peneliti mencapai sukses dalam 900 kali percobaan.

"Pekerjaan ini mampu membangun jaringan darat ke satelit melalui teleportasi kuantum jarak terjauh, sebuah langkah penting menuju internet kuantum skala global," ujar tim peneliti dikutip dari Time, Senin 17 Juli 2017.

Time menuliskan, pada MIT Technology Review peneliti menggambarkan quantum entanglement sebagai fenomena aneh yang terjadi ketika dua benda kuantum, seperti foton, terbentuk pada waktu yang sama dan berada di ruang angkasa, sehingga foton ini memiliki eksistensi yang sama pula.

"Secara teknis, mereka digambarkan oleh fungsi gelombang yang sama," kata para peneliti mengungkapkan.

Sebelumnya, fisikawan pernah melakukan percobaan serupa pada satu tahun lalu. Mereka berhasil melakukan teleportasi kuantum pertama di dunia, di luar ruang uji coba. Para ilmuwan pada waktu itu menentukan teleportasi kuantum, yang sering digambarkan sebagai alat futuristik dalam pembuatan film fiksi ilmiah, sebagai hal yang mungkin terealisasikan di alam semesta.

Karya mereka kemudian dipublikasikan secara daring terbuka arXiv.