Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 16:49 WIB
  • BPPT Siapkan Teknologi untuk Kemandirian Indonesia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
BPPT Siapkan Teknologi untuk Kemandirian Indonesia
Photo :
  • Twitter/@BPPT_RI
Konferensi pers Kongres Teknologi Nasional 2017

VIVA.co.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, atau BPPT menyelenggarakan Kongres Teknologi Nasional 2017. KTN kedua yang diselenggarakan oleh BPPT ini berfokus pada tiga bidang, yaitu teknologi kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, serta teknologi transportasi.

Ketua BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara tahunan ini adalah untuk menyiapkan rekomendasi teknologi yang diperlukan dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing, dan kemandirian bangsa.

"KTN ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada stakeholder, para pelaku industri, wahana sharing antarpeneliti tentang masalah perkembangan teknologi terkait. Selain itu, memberikan rekomendasi kepada pemerintah soal kebijakan apa yang harus diambil untuk permasalahan teknologi. Karena, di sini kan banyak menteri-menteri yang memaparkan inovasi-inovasi mereka," ucap Unggul saat sesi jumpa pers KTN 2017 di Gedung BPPT, M.H. Thamrin, Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Unggul menyebutkan, penyelenggaraan KTN 2017 yang bertema ‘Inovasi Teknologi untuk Daya Saing dan Kemandirian Bangsa’, disesuaikan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Agenda Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015-2019. 

Ketua Panitia KTN 2017 yang juga menjabat Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza mengungkapkan, saat ini, negara di dunia menaruh perhatian yang besar pada strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya, terutama dalam menghadapi persaingan global seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk itu, inovasi dan teknologi sangat diperlukan dalam menunjang pembangunan Indonesia. Namun, ia menilai, lemahnya peran dan eksistensi inovasi teknologi, pada hakikatnya tidak terlepas dari permasalahan sistem regulasi teknologi nasional dan hubungan kemitraan dengan industri terkait.

"Permasalahan lain, yaitu Sisnas Iptek (Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), dalam mendukung ekonomi berlandaskan iptek (Knowledge Based Economy), belum terimplementasi dengan baik dalam berbagai sektor," ungkap Hammam.

Demikian halnya penerapan dan penguasaan teknologi dalam mengatasi rendahnya daya saing produk yang masih terbatas. BPPT berupaya sebisa mungkin untuk mencarikan solusinya. Untuk itulah, melalui KTN 2017 ini, BPPT berharap, dapat menghasilkan rekomendasi solusi teknologi yang terbaik untuk Indonesia. 

Gelaran KTN 2017 diadakan selama dua hari berturut-turut, yaitu 17 hingga 19 Juli 2017. Selain itu, KTN 2017 dijadwalkan bakal dihadiri oleh sejumlah menteri di antaranya Menteri PAN dan RB, Menteri Ristekdikti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan dan Menteri Sekretaris Kabinet. (asp)