Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 19 Juli 2017 | 16:22 WIB
  • 75 Tahun Hilang Terkubur Es, Jasad Pasutri Ditemukan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
75 Tahun Hilang Terkubur Es, Jasad Pasutri Ditemukan
Photo :
  • www.lematin.ch
Jasad pasangan yang hilang 75 tahun ditemukan lagi

VIVA.co.id – Tubuh dari sepasang suami istri asal Swiss ditemukan membeku di gletser pegunungan Alpen. Kedua jenazah ditemukan secara tak sengaja oleh seorang pekerja resor ski di gletser Tsanfleuron, pekan lalu. Jenazah pasangan itu ditemukan setelah 75 tahun mereka dinyatakan hilang. Tim forensik dan para peneliti memprediksikan gletser yang mencair itu telah mengungkap jasad pasangan itu yang hilang pada masa Perang Dunia Kedua.

Pada Agustus 1942, pasangan Marcelin dan Francine Dumoulin lenyap secara misterius dalam perjalanan mereka saat hendak memberi makan sapi-sapi peliharaan di lapangan dekat desa Chandolin, barat daya Swiss. Keluarga mereka diketahui menyimpan sapi-sapi itu tak jauh dari rumah. Pada hari saat pasangan itu hilang, keluarga menyebut itu adalah pertama kalinya Francine menemani suaminya memberi makan sapi.

Polisi terus menelusuri selama dua setengah bulan pada 1942. Akan tetapi, pencarian tak membuahkan hasil apapun dan polisi tidak menemukan petunjuk sama sekali. Anak-anak mereka pun telah mencari mayat kedua pasangan itu selama bertahun-tahun, namun hasil yang didapatkan nihil.

"Kami menghabiskan seluruh hidup kami untuk mencari mereka tanpa henti," ucap putri bungsu Marcellin, Marceline Udry-Dumoulin, sebagaimana dikutip dari The Independent, Rabu 19 Juli 2017.

Udry-Dumoulin mengatakan, ia baru berusia empat tahun ketika orang tuanya menghilang. "Kami tidak berpikir bahwa kami akan bisa memberi mereka pemakaman yang layak. Saya harus mengakui, setelah 75 tahun menunggu, berita (penemuan) ini sangat menenangkan saya," katanya.

Saat dinyatakan hilang tanpa jejak, diketahui Marcelin (40) adalah seorang pembuat sepatu dan Francine (37) adalah seorang guru. Polisi, tim forensik dan ilmuwan segera melakukan tes DNA guna mengkonfirmasi identitas pasangan. Sedangkan kronologi meninggalnya kedua pasangan tersebut masih belum jelas. Pasangan Dumoulin diketahui memiliki tujuh anak, terdiri dari lima putra dan dua putri.

Di tempat kejadian perkara, saksi mata awalnya menemukan sepatu bot wanita dan sebotol anggur berwarna hijau tua. Saat mengendarai truk di gletser, saksi melihat sesuatu yang aneh di es yang menggunduk. Saksi lalu mendekati benda asing tersebut dan terkejut bahwa yang ditemukannya ternyata adalah dua mayat yang mengenakan pakaian zaman Perang Dunia Kedua.

"Mereka terbaring di sana, saling berdekatan satu sama lain, es telah mengabadikannya," kata Direktur perusahaan ski Glacier 3000, Bernhard Tschannen, yang membantu menjalankan resor Diablerets di dekat lokasi penemuan mayat.

Pasangan tersebut bukanlah yang pertama ditemukan di gletser dalam beberapa dekade setelah mereka menghilang. Pada 2012, tiga bersaudara yang lenyap pada 1926 silam ditemukan membeku di sebuah gunung es. Sementara seorang pendaki yang tewas saat mendaki pada 1954, baru ditemukan pada 2008.