Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 20 Juli 2017 | 11:03 WIB
  • Kenapa Anjing Ramah dengan Manusia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Kenapa Anjing Ramah dengan Manusia
Photo :
  • REUTERS/Eduardo Munoz
Anjing memakai kostum di parade Halloween

VIVA.co.id – Peneliti Universitas Princeton, Amerika Serikat mengungkapkan kenapa anjing muncul sebagai hewan yang bersahabat dengan manusia. Dalam studi tim peneliti, mereka menemukan evolusi anjing dari serigala melahirkan sebuah gen tertentu yang membantu anjing punya kepribadian berbeda dengan pendahulunya tersebut. 

Peneliti menemukan adanya variasi genetik dari anjing dan serigala yang menguak kenapa dua hewan itu punya karakter yang berbeda. 

"Penemuan kami tentang variasi genetik pada anjing dan serigala memberikan kemungkinan wawasan personalitas binatang dan mungkin menunjukkan gen yang sama telah berperan dalam spesies piaraan lain (misalnya kucing)," ujar peneliti Universitas Princeton, Brodgett vonHoldt dikutip dari BBC, Kamis 20 Juli 2017. 

Dalam studinya, tim peneliti mempelajari perilaku anjing domestik dan serigala yang tinggal di penangkaran. Peneliti melakukan sejumlah tes keterampilan dan keramahan pada kedua hewan itu. 

Hasilnya, serigala dan anjing sama baiknya dalam menjalankan tugas pemecahan masalah, misalnya misi mengambil sosis dari kotak makanan plastik. Tapi, ternyata anjing jauh lebih ramah.

Hewan yang populer ini lebih banyak menghabiskan waktu berdekatan dan menatap orang asing. Dalam hal ini, serigala lebih 'anti sosial', dengan agak menyendiri dibanding anjing. 

Kemudian dalam uji DNA, tim menemukan kaitan antara perubahan genetik tertentu dan perilaku, misalnya tingkat perhatian pada orang asing atau respons panggilan isyarat sosial.

Analisis DNA anjing dan serigala yang diteliti itu menunjukkan, ada variasi tiga gen yang terkait dengan perilaku sosial pada manusia. Ketiga variasi gen itu adalah WBSCR17, GFT2I, dan GTF2IRD1. 

Dikutip dari Sciencenews, gen WBSCR17 merupakan variasi gen yang terkait dengan sindrom Williams-Beuren (WBS) pada manusia. Sindrom itu menyebabkan perkembangan manusia tertunda, gangguan kemampuan berpikir, dan hipersosial. vonHoldt dan timnya bertanya apakah perubahan gen yang sama pada anjing akan membuat hewan lebih sosial daripada serigala, dan apakah variasi gen itu memengaruhi domestifikasi anjing. 

Tim peneliti mencatat, selain berkontribusi atas perilaku yang ramah, variasi WBSCR17 mewakili adaptasi pada anjing untuk hidup dengan manusia. 

Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi WBSCR17 terkait dengan kemampuan mencerna karbohidrat, sumber energi serigala yang jarang dikonsumsi hewan buas tersebut. Namun, pada anjing, variasi WBSCR17 menunjukkan perubahan variasi gen itu membantu hewan ini berkembang menyesuaikan makanan diet ala manusia.  

Dalam sejarah, anjing telah jinak dari serigala sekitar 20 ribu sampai 40 ribu tahun lalu. Proses ini dimulai saat serigala yang toleran terhadap manusia menyelinap ke kamp pemburu untuk memakan sisa makanan. Kemudian, serigala berevolusi menjadi jinak dan berubah menjadi anjing modern yang dikenal saat ini. 

Temuan perubahan genetik yang terkait dengan keramahan anjing menunjukkan, bagaimana evolusi perilaku ramah anjing.