Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 21 Juli 2017 | 12:17 WIB
  • 'Emoji' Berusia 4000 Tahun Ditemukan, Begini Wujudnya

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
'Emoji' Berusia 4000 Tahun Ditemukan, Begini Wujudnya
Photo :
  • www.independent.co.uk
'Emoji' pada artefak kuno di Turki

VIVA.co.id – Arkeolog yang bekerja di sebuah peninggalan bersejarah di Turki selatan, membuat penemuan tak terduga. Mereka menemukan ‘emoji wajah tersenyum’ di sisi luar kendi berusia 4.000 tahun.

Peneliti asal Universitas Bologna di Italia, Nicolo Marchetti, yang memimpin proyek penggalian, mengungkapkan selama tujuh musim panas tim arkeolog Turki dan Italia telah menjelajahi sebuah lokasi di perbatasan Turki-Suriah. Daerah ini dulunya merupakan rumah bagi Karkemish, sebuah kota kuno orang Het. Akan tetapi, mereka belum pernah menemukan objek seperti itu sebelumnya.

"Tidak diragukan lagi, itu adalah gambar emoji wajah tersenyum (tidak ada jejak lukisan lainnya di kendi) dan tidak memiliki kesamaan dalam seni keramik kuno di daerah tersebut," kata doktor Universitas Bologna itu seperti dikutip dari The Independent, Jumat 21 Juli 2017.

Marchetti menuturkan, beberapa artefak kuno yang digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman lebih dari 4.000 tahun lalu itu, digali pada tahun ini. Namun kemudian peneliti menyadari ada yang tak biasa pada artefak kendi kuno itu. Awalnya berwarna putih dan memiliki leher tipis pendek, tubuh lebar dan pegangan kecil, tapi di bagian tubuh kendi itu tertera coretan mirip emoji modern. 

Kendi kuno itu ditemukan di sebuah ruang pemakaman dan kemungkinan benda itu dipakai sebagai minuman bir manis di masa 1700 sebelum masehi.

Arkeolog baru menyadari adanya emoji itu saat kendi kuno tersebut dibawa ke laboratorium untuk dipulihkan.

Sebanyak 25 ahli diterjunkan langsung ke lapangan untuk meneliti situs besar itu. Laman The Independent menuliskan, peninggalan bersejarah tersebut terdiri dari Karkemish yang telah diteliti selama tujuh tahun terakhir. Situs itu memiliki sejarah panjang, setelah penggalian pertama dilakukan oleh Lawrence of Arabia antara 1911 dan 1914.

Orang-orang Het adalah orang-orang Anatolia yang memerintah sebuah kerajaan. Kerajaan ini membentang dari Yunani dan Mesir, kemudian melintasi Turki ke Suriah. Karkemish adalah lokasi perang besar antara Mesir dan sekutu Assyria, Babilonia, Media, Persia dan Scythia yang diyakini telah terjadi pada 605 sebelum masehi.

Peradaban mereka akhirnya runtuh ke negara bagian yang lebih kecil selama Zaman Perunggu dan akhirnya, mereka menyerah pada kekaisaran Neo-Assyria sekitar 1.178 sebelum masehi.

Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Turki berencana membuka situs bersejarah ini sebagai museum terbuka pada 2018. Kendi kuno itu akan dipajang di dekat Museum Arkeologi Gaziantep. (ren)