Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 14:18 WIB
  • E-Commerce Jadi Sasaran Siber, Rusia Bisa Tolong RI

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
E-Commerce Jadi Sasaran Siber, Rusia Bisa Tolong RI
Photo :
  • www.pixabay.com/geralt
Ilustrasi keamanan siber.

VIVA.co.id – Belakangan ini, platform daring kerap menjadi sasaran empuk bagi serangan siber. Selain mewabah, sasaran ancaman serangan juga makin mendunia. Bukan hanya mengancam pengguna internet secara individual, perusahaan teknologi sampai institusi pemerintahan pun turut terkena imbasnya. Kini, penjahat siber makin melirik platform e-commerce, bisnis yang belakangan kian bertumbuh di berbagai negara.

Kasus penyerangan yang melanda platform e-commerce pernah menjadi perhatian publik Indonesia. Salah satu kasus tersebut, yaitu insiden penyerangan terhadap Tiket.com pada Maret 2017. Akibat pembobolan tersebut, platform penjual berbagai macam tiket ini harus merugi sebesar Rp1,9 miliar. Mirisnya lagi, pelaku adalah pemuda berusia 21 tahun dan hanya menempuh pendidikan hingga tamatan SMP.

Pimpinan Utama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, sebanyak 60 persen serangan siber melanda platform e-commerce. Sehingga penting bagi pemerintah dan instansi-instansi terkait untuk memperhatikan sistem keamanan di dunia maya.  Sebab, setiap tahun Indonesia terus mengalami peningkatan serangan siber sebanyak 30 persen.

"Data ini dari Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan. Cyber attack lebih banyak menyerang e-commerce, sekitar 60 persen. Pertumbuhan digital ekonomi Indonesia bisa dibilang sedang pesat ya. Jadi, memang dari awal kita memastikan keamanan siber ini jadi hal yang sangat penting," ujarnya saat menghadiri acara Round Table Conference Advance IT and Cyber Security Technologies from Russia, di Kuningan, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

Dalam acara tersebut, Roslan menyinggung bahwa pemerintah Rusia sudah sangat berpengalaman terhadap masalah sistem keamanan siber. Sehingga, ke depannya diharapkan Indonesia dan Rusia dapat membangun kerja sama yang lebih kuat untuk mengatasi permasalahan sistem keamanan dunia maya.

"Mereka (Rusia) sudah sangat advance dalam hal keamanan siber dan dari pemerintah Indonesia sudah koordinasi," katanya.

Pembahasan mengenai solusi keamanan siber antara pemerintah Indonesia dan Rusia juga dibenarkan oleh Russian Association of High-Technology Security Export, Andrey Bezrukov. Selain mempererat kerja sama antar kedua negara di bidang teknologi informasi, dalam pertemuan yang bertempat di Hotel JW Marriot ini bertujuan untuk mengenalkan produk dan sistem layanan Rusia di bidang keamanan berteknologi tinggi dan infrastruktur kritis.

"Apa yang ingin kami lakukan adalah joint development for Indonesia, joint development untuk sistem siber, joint development untuk sistem komunikasi, sistem big data, pendirian pusat riset untuk ilmuwan Indonesia dan Rusia. Mungkin nanti bisa berbasis di MGIMO University, atau di perusahaan-perusahaan Indonesia. Kami mendorong Indonesia untuk independen dalam hal keamanan siber," ucapnya yang juga profesor di MGIMO University, Rusia.