Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 17:34 WIB
  • Sulitnya Mengawetkan Jantung Paus Blue Whale

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Sulitnya Mengawetkan Jantung Paus Blue Whale
Photo :
  • www.pixabay.com/Puravida_Fotografie
Ilustasi ikan paus

VIVA.co.id – Ahli mamalia dari Museum Royal Ontario di Toronto, Kanada, meneliti bangkai paus biru yang terdampar di Newfoundland pada 2014. Saat itu, mereka menemukan bangkai hewan menyusui tersebut dalam kondisi cukup baik, sehingga mereka dapat mempelajari jantungnya dan mengawetkannya.

"Ukurannya sendiri yang mencapai berat 440 pon (199 kilogram), mempercepat dekomposisi. Ini sangat menakjubkan kami, bisa menyelamatkan jantung paus biru," kata Jacqueline Miller, yang memimpin misi tersebut.

Dengan ukuran tersebut, tak mudah untuk mengambil dan melestarikan jantung pasu tersebut. Peneliti perlu beberapa tahap untuk bisa mengabadikan jantung paus itu di museum tersebut.

Berikut cara kerja para ilmuwan saat mengangkut dan membedah monster laut tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Wired, Senin 24 Juli 2017.

1. Ekstrak

Sepuluh pekerja menarik potongan daging paus dengan kail, kemudian mereka menguliti lemak dan jaringan menjadi beberapa bagian. Begitu sampai di jantungnya, para ahli lalu memutuskan pembuluh darah dengan cara memotong kantung perkardial di sekitar jantung dan mendorongnya keluar dari tulang rusuk. 

2. Pelebaran

Tanpa darah, jantung mengempis. Oleh sebabnya, peneliti memasukkan selang ke dalam dua pembuluh darah dan menyumbat sisanya dengan tutup botol plastik. Mereka memompa lebih dari 700 galon formaldehida atau disebut juga metanal atau formalin. Ini menstabilkan otot, menghentikan dekomposisi, dan membuat jantung kembali mengembang.

3. Pengiriman

Para ahli membungkus organ yang basah itu dengan tikar penyerap dan mengangkatnya ke dalam tangki baja berlapis. Kemudian jantung diterbangkan ke Gubener Plastinate di Jerman, lokasi pameran Body Worlds dipertontonkan secara umum.

4. Plastinasi

Ahli anatomi Jerman merendam jantung pada aseton, hingga warna cairan itu berubah. Selama enam bulan, aseton menggantikan semua molekul air di jaringan. Di sinilah proses plastinasi terjadi. Plastinasi adalah teknik untuk menjaga tubuh mayat atau bagian tubuh agar tetap awet dengan menggantikan komponen air dan lemak pada organ tubuh dengan jenis plastik tertentu.

Setelah terjadi plastinasi, teknisi merendam jantung dalam larutan polimer silikon dan memasukkannya ke ruang vakum. Tekanan atmosfer diturunkan ke kondisi seperti di luar angkasa luar, ini akan menyebabkan aseton menggelembung dan menggantikan polimer.

5. Penyembuhan

Tahap terakhir, agen gas mengawetkan silikon. Setelah tiga bulan, jantung puas itu muncul dengan gumpalan plastik raksasa, tahan terhadap tangan pengunjung museum saat disentuh.