Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 25 Juli 2017 | 16:52 WIB
  • Indonesia dan Negara Tetangga Fokus ke Aplikasi Mobile

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Indonesia dan Negara Tetangga Fokus ke Aplikasi Mobile
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesty
Survei mobilitas enterprise IDC dan Red Hat

VIVA.co.id – Penyedia open source Ret Hat mengumumkan hasil survei mengenai adopsi mobilitas enterprise di tiga negara yakni Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDC atas dukungan Red Hat ini mencakup berbagai tanggapan dari 275 profesional IT.

Associate Director for Enterprise Mobility Research IDC Asia Pacific, Avinav Trigunait mengatakan, responden yang berada di tiga negara tersebut sedang beralih menuju mobilitas alur kerja.

"Sebanyak 56 persen responden yang disurvei menganggap mobilitas penting bagi bisnis mereka, dan 40 persen berencana untuk fokus pada proyek-proyek terkait aplikasi mobile dalam jangka waktu 12 hingga 24 bulan ke depan. Sedangkan 58 persen berencana untuk menerapkan antara satu hingga lima aplikasi mobile dalam 24 bulan ke depan," kata Avinav dalam sebuah sesi diskusi di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa 25 Juli 2017.

Ia menilai, permintaan terhadap aplikasi-aplikasi mobile di tiga negara tersebut sedang berkembang, karena integrasi sistem lama menjadi salah satu prioritas. Sebanyak 76 persen responden yang memiliki alokasi anggaran, berencana untuk berinvestasi di proyek-proyek aplikasi mobile dalam 24 bulan ke depan.

Avinav menyimpulkan, mobilitas enterprise merupakan prioritas utama dalam rapat-rapat pimpinan sebagian besar wilayah Asia Pasifik, seiring perusahaan enterprise bergerak melewati tahap eksperimen dan mulai menjadikan mobilitas sebagai pendorong utama transformasi digital. Akan tetapi, masih banyak ditemui sejumlah kendala di dalamnya.

“Banyak yang masih berusaha keras dalam hal proses, termasuk eksekusi. Selain itu, survei mengungkap bahwa keterampilan khusus di bidang mobile masih sulit diperoleh dan dikembangkan di Singapura, Malaysia, dan Indonesia,” paparnya.