Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 3 Agustus 2017 | 05:42 WIB
  • Ketika 'Ring 1' Gedung Putih Dikelabui Email Hoax

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Ketika 'Ring 1' Gedung Putih Dikelabui Email Hoax
Photo :
  • Reuters
Donald Trump Jr dan Jared Kushner.

VIVA.co.id – Seorang peretas asal Inggris dilaporkan telah menipu para pejabat tinggi Amerika Serikat di Gedung Putih untuk terlibat dalam perselisihan melalui surat elektronik (email) palsu.

Orang yang menyebut dirinya sebagai ‘penulis email iseng’ ini meyakinkan seorang penasehat keamanan siber senior bahwa dirinya menantu sang presiden, Jared Kushner.

Tak hanya itu, ia juga menipu bekas Direktur Komunikasi Gedung Putih, Anthony Scaramucci, dengan berpura-pura sebagai mantan Kepala Staf Gedung Putih, Reince Priebus.

Keprihatinan mengenai keamanan siber sedang tinggi di tengah klaim bahwa sejumlah peretas mengambil bagian dalam Pemilihan Presiden AS.

Gedung Putih menyatakan, kalau saat ini pihaknya sedang menyelidiki insiden terbaru dan menanggapi isu ini dengan sangat serius.

Mengutip situs BBC, Kamis, 3 Agustus 2017, sang penipu memasang beberapa email tersebut di akun Twitter-nya. Ia menggambarkan dirinya sebagai 'anarkis malas', yang melakukan hal itu sekadar untuk kesenangan pribadi.

Ia berjanji tidak akan menjadikan Gedung Putih sebagai sasaran lagi, tapi mengatakan ‘Anda harus memperkuat sistem IT’. Ini adalah tiga hal yang paling mengesankan dari sejumlah berita palsu (hoax) tersebut.

Penasihat keamanan memberikan email pribadi

Penasehat Keamanan Dalam Negeri Tom Bossert tampaknya tertipu, dan menyangka bahwa menantu presiden, Jared Kushner mengundangnya ke sebuah pesta dan memberikan alamat email pribadinya padahal tidak diminta.

"Tom, kami merencanakan pesta kecil menjelang akhir Agustus," tulis Kushner palsu dalam email yang dibagi kepada CNN.

"Akan sangat bagus jika Anda bisa hadir, saya menjanjikan makanan dengan kualitas yang paling tidak seperti makanan yang kita santap di Irak. Mestinya nanti bisa jadi malam yang menyenangkan."

Bossert menjawab, "Terima kasih, Jared. Dengan janji seperti itu, saya tidak dapat menolak. Juga, jika Anda membutuhkannya, ini email pribadi saya (disunting/diedit)." Penasehat keamanan siber tersebut belum menanggapi laporan-laporan ini secara publik.

Perseteruan Scaramucci dan Priebus

Satu hari setelah Priebus mundur sebagai kepala staf Gedung Putih, peretas mengirim email kepada Anthony Scaramucci, kepala media Gedung Putih saat itu, berpura-pura menjadi seterunya itu.

Priebus palsu ini menuduh Scaramucci sebagai seorang ‘munafik luar biasa dan bertindak dengan cara yang "tidak berkelas sama sekali’. Scaramucci, yang ditunjuk direktur komunikasi seminggu sebelumnya, telah menuduh Priebus - seorang tokoh Partai Republik - sebagai orang yang membocorkan informasi Gedung Putih kepada pers.

Ia juga menelepon seorang reporter untuk mengungkapkan omelan penuh caci maki mengenai Priebus, yang ia sebut sebagai ‘penderita skizofrenia yang paranoid’. Scaramucci tertipu email-email palsu tersebut.

Dan puncaknya, pada Sabtu, 29 Juli lalu menjawab, "Anda tahu apa yang Anda lakukan. Kita semua tahu. Bahkan hari ini. Tapi yakinlah kami siap. Kalau Anda pria sejati, akan meminta maaf."

Ketika Priebus palsu membalas email untuk membela pekerjaannya, Scaramucci menjawab, "Baca Shakespeare, terutama Othello." Scaramucci pun dipecat sebagai direktur komunikasi pada Senin, 31 Juli 2017.

Curhat Anak Donald Trump

Eric Trump juga sempat tertipu oleh pengirim email yang berpura-pura sebagai kakaknya, Donald Trump Jr, mengenai sebuah senapan berburu jarak jauh.

Namun, sang kakak segera menyadari itu adalah sebuah penipuan dan membalas, "Saya sudah mengirim ini ke penegak hukum yang akan segera menanganinya."

Para pakar mengatakan bahwa insiden-insiden ini menunjukkan bagaimana bahkan orang-orang terkuat di Amerika sekali pun tetap rentan terhadap serangan-serangan phishing, di mana peretas mengirim email-email palsu untuk membujuk orang tersebut agar memberikan informasi pribadinya. (mus)