Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 07:40 WIB
  • Lapan Padang: Gerhana Bulan Tak Jelas, Terhalang Awan

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Lapan Padang: Gerhana Bulan Tak Jelas, Terhalang Awan
Photo :
  • ANTARA/Adiwinata Solihin
ILustrasi-Gerhana bulan

VIVA.co.id – Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer atau BPAA Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyebutkan, pengamatan gerhana Bulan sebagian belum teramati dengan jelas akibat terhalang oleh awan. Pengamatan itu dilakukan di halaman mess yang berada di Pulai Palatan, Jorong PSB Kanagarian Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam, mulai pukul 22.00 WIB, Senin 7 Agustus 2017 hingga Selasa dini hari.

"Tepatnya pukul 00.23 hingga 02.18 WIB gerhana Bulan sebagian telah memasuki fase awal. Namun, pengamatan agak terganggu karena adanya awan," kata Kepala Kantor BPAA Lapan, Syafrijon di Kabupaten Agam, Senin 7 Agustus 2017.

Walau terhalangi oleh awan, lanjut Syafrijon, pihaknya terus melakukan pengamatan hingga proses fenomena gerhana Bulan sebagian selesai pada pukul 04.00 WIB, Selasa 8 Agustus 2017. 

Pengamatan yang dilakukan oleh BPAA Lapan Kabupaten Agam, menggunakan teropong khusus buatan William Optic dengan mounting Ioptron dan detektor kamera digital.

Di tempat lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang juga melakukan pemantauan terhadap fenomena gerhana Bulan. Pemantauan yang dilakukan di halaman Kantor Stasiun Geofisika Klas I Silaing Bawah Padang Panjang dimulai pada pukul 22.00 WIB dan berakhir pada Selasa 8 Agustus pukul 04.00 WIB tersebut dengan menggunakan teropong Vixen Sphinx dan kamera digital.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono, menjelaskan, gerhana Bulan merupakan peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan sudah dapat diprediksi sebelumnya. 

Pada 2017, terjadi beberapa kali gerhana antara lain gerhana Bulan penumbra (GBP) pada 11 Februari 2017 yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat.

Lalu, gerhana Matahari cincin (GMC) yang berlangsung pada 26 Februari 2017 dan gerhana Bulan sebagian (GBS) pada 7 hingga 8 Agustus 2017. Fenomena kali ini dapat diamati di Indonesia.