Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 14:08 WIB
  • Investor Menyesal Google-Facebook Sukses Meretas Otak

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Investor Menyesal Google-Facebook Sukses Meretas Otak
Photo :
  • REUTERS/Regis Duvignau
google - search engine - mesin pencari

VIVA.co.id – Google dan Facebook kini telah menjadi platform internet raksasa dunia. Semua orang saat ini sudah jamak tersentuh dengan layanan Google dan Facebook. 

Namun ada satu orang yang menyesal dengan berjayanya Google dan Facebook. Orang tersebut adalah Roger McNamee, investor awal Google dan Facebook. 

Dalam pengakuannya, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Rabu 9 Agustus 2017, McNamee menyesal telah membantu kedua platform itu pada masa awal perusahaan itu mengembangkan layanan. Sebab, Google dan Facebook kini telah tumbuh dengan ‘meretas otak’ pengguna dengan membanjiri dan menjual banyak iklan pada platformnya. 

McNamee tak ragu menyebutkan Google dan Facebook telah 'meretas otak' pengguna secara agresif. 

"Petinggi di Google dan Facebook adalah orang baik, tapi konsekuensi tak diinginkan dari strategi mereka menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, demokrasi dan ekonomi," ujar McNamee kepada Business Insider

McNamee yang pernah menjadi penasehat Mark Zuckerberg itu menuturkan, periklanan telah menyebabkan Google dan Facebook 'meminjam teknik' industri perjudian dalam membuat produk mereka agar  makin candu bagi pengguna. Dengan teknik iklannya, pengguna makin terdorong memakai produk Google dan Facebook sampai tak tersadar kedua perusahaan itu mengeruk keuntungan dari penggunaan data internet pengguna. 

"Seperti perjudian, nikotin, alkohol atau heroin, Facebook dan Google melalui YouTube, memproduksi kebahagiaan jangka pendek dalam konsekuensi negatif serius jangka panjang," jelasnya. 

Dengan kekuatannya saat ini, menurut dia, perusahaan internet makin menguasai pengguna, sebab perusahaan mengetahui tentang pengguna melebihi pengguna mengetahui atas dirinya sendiri.

McNamee tak sendirian. Pada barisannya, ada mantan karyawan Google, Tristan Harris, yang punya pemikiran sama. Harris mengharapkan, platform teknologi untuk berhenti meretas otak pengguna dan segera memprioritaskan kepentingan pengguna. 

Mereka bukan hanya mengkritik, tapi juga menginisiasi gerakan melawan 'peretasan otak' pengguna. Harris misalnya sudah mencoba untuk mengajak publik menekan para perusahaan internet. Harris juga menyarankan kepada pengguna internet untuk mulai mengambil kendali perangkat dan mulai menyadari bahwa mereka bukan mesin, tapi manusia

Sedangkan McNamee mengingatkan konsumen atau pengguna saat ini tidak punya badan pengawas yang mengawasi 'peretasan otak'. Untuk itu, McNamee mendorong pengguna untuk memaksa perusahaan internet menghentikan praktik tersebut.