Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 14 Agustus 2017 | 13:24 WIB
  • Ada 91 Gunung Berapi Terkubur di Antartika

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Ada 91 Gunung Berapi Terkubur di Antartika
Photo :
  • www.pixabay.com/girlart39
Ilustrasi antartika

VIVA.co.id – Peneliti geologi dan pakar es University of Edinburgh, Inggris mengungkapkan ada yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika. Setelah mengukur dan menganalisis bentuk bagian dalam Antartika, peneliti meyakini di bawah area es tersebut terdapat setidaknya 91 gunung berapi. 

Dikutip dari Independent, Senin 14 Agustus 2017, geologis dan pakar es universitas tersebut mengatakan, survei mereka menemukan 91 gunung berapi yang terkubur di area West Antartic Rift System. Beberapa gunung api tersebut punya ketinggian beragam antara 100 meter sampai 3,85 kilometer.

Peneliti mengatakan, kondisi 91 gunung berapi itu sama dengan bukit vulkanik Afrika, yang saat ini diketahui menjadi area konsentrasi gunung berapi terdapat di dunia. 

Dalam surveinya, peneliti menganalisis bagian bawah lapisan es untuk melacak puncak batuan basalt yang tersembunyi. Analisis lapisan es ini sama dengan analisis gunung berapi lainnya di area Antartika. 

Tim menganalisis bentuk daratan yang terkubur es dengan menggunakan pengukuran radar yang menembus es dan membandingkan temuan itu dengan data dan rekaman satelit serta informasi geologi dari survei udara. 
Kemudian setelah data survei diteliti, peneliti menemukan adanya jejak gunung berapi.

"Saya tentu melihat data itu lebih jauh, yang mengarah pada penemuan hampir 100 gunung berapi di bawah lapisan es Antartika," ujar Max Van Wyk de Vri, mahasiswa tingkat tiga  Universitas Edinburgh. 

Temuan itu tak mengindikasikan apakah kelompok gunung berapi tersebut aktif. Untuk memastikan itu, perlu adanya pemantauan seismik di area tersebut. 

Tim berharap temuan itu akan membantu peneliti memahami bagaimana gunung api bisa memengaruhi fluktuasi jangka panjang pada lapisan es. Selain itu, temuan bisa mengungkap bagaimana Antartika berubah dalam iklim terakhir. 

"Antartika merupakan area studi yang paling sedikit di dunia dan sebagai peneliti muda saya sangat tertarik untuk mempelajari sesuatu yang baru dan yang belum bisa dipahami dengan baik," ujarnya.

Sedangkan peneliti School of GeoSciences Universitas Edinburgh, Robert Bingham mengakui, temuan tersebut tergolong menarik. Sebab bisa menyingkap rangkaian berbagai gunung berapi yang belum pernah dijelajahi.   

Studi yang dilakukan peneliti Universitas Edinburgh itu memang yang pertama. Studi sebelumnya telah menunjukkan aktivitas gunung berapi kemungkinan telah terjadi di Antartika selama periode lebih hangat dan bisa meningkat jika lapisan es tipis Antartika dampak perubahan iklim. Temuan juga bisa membantu memahami bagaimana aktivitas gunung berapi bisa menjelaskan dampak es Antartika di masa lalu, masa kini dan masa depan.

Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal  Geological Society Special Publications.