Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 16 Agustus 2017 | 18:57 WIB
  • Pesawat N219, Kebangkitan Kedua Teknologi Penerbangan RI

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Adi Suparman (Bandung)
Pesawat N219, Kebangkitan Kedua Teknologi Penerbangan RI
Photo :
  • Twitter/@LAPAN_RI/Donny Hidayat
Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia dan Lapan

VIVA.co.id – Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan, Thomas Djamaluddin menyatakan, kesuksesan uji terbang perdana pesawat N219 merupakan tanda kebangkitan teknologi dan sumber daya manusia industri penerbangan Tanah Air.

"Dengan terbang perdana hari ini, kita nyatakan ini sebagai kebangkitan teknologi kedua setelah N250. Karena dengan N219, menunjukkan kita mampu merancang sampai betul-betul terbang," ujar Thomas usai uji terbang N219 di PT. Dirgantara Indonesia Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Agustus 2017.

Pesawat N219, sebelumnya hanya sebagai replika industri penerbangan. Namun, Lapan pada masa kepemimpinan Bambang Teja, meminta agar replika tersebut diwujudkan menjadi pesawat yang bisa beroperasi.

Bahkan, menurut Thomas, ambisi itu menjadikan Lapan maupun PT. Dirgantara Indonesia harus merealisasikan hal tersebut.

"Ini jadi dorongan, di 2014 saya menggantikan Pak Bambang dan pada saat itu dimulai proyek besar N219 dan sudah diwanti-wanti, 'awas jangan sampai ini enggak terbang’. Jangan sampai hanya jadi pajangan saja," terangnya.

Sejak 2014 sampai dengan uji coba, produksi pesawat N219 100 persen tidak memanfaatkan tenaga ahli asing. Bahkan, produksi ini menjadi momentum regenerasi teknisi-teknisi muda dibandingkan dengan pengembangan pesawat N250.

"Ini murni semuanya dikerjakan oleh engineering-engineering Indonesia, tidak seperti N250 yang masih ada konsultan dan engineer asing," terangnya.

Thomas menuturkan, pesawat N219 menjadi momen munculnya SDM baru yang meneruskan inovasi industri penerbangan untuk menjawab kebutuhan nasional. "Salah satu keuntungan adalah SDM. Di N219 ini SDM mulai kita bangkitkan lagi," katanya.

Pesawat karya anak negeri produksi PT. Dirgantara Indonesia, N219, akhirnya mendarat mulus setelah 20 menit melewati uji terbang perdana mengitari langit Batu Jajar Bandung Barat.

Chief Test Pilot PT. Dirgantara Indonesia, Kapten Esther Gayatri Saleh yang bertindak sebagai pilot pesawat turun dengan mata berlinang disambut jajaran direksi PT. DI dan instansi lainnya.

"Pesawat berjalan baik sesuai apa yang dilatihkan dan diprediksi. Semua stabil, baik saat take off, terbang dan landing," ujar Esther saat disambangi di kokpit N219. (ase)