Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 16 Agustus 2017 | 21:57 WIB
  • Susu Kedelai Terfermentasi Efektif Turunkan Tekanan Darah

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Susu Kedelai Terfermentasi Efektif Turunkan Tekanan Darah
Photo :
  • www.ristekdikti.go.id
Susu kedelai terfermentasi yang dikembangkan mashasiswa UGM

VIVA.co.id – Susu kedelai merupakan salah satu produk minuman sehat yang kurang diminati oleh masyarakat. Penyebabnya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Alhasil, orang pun beralih mengonsumsi susu sapi.

Kondisi ini mendorong para mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi bagaimana susu kedelai disukai orang-orang, yaitu dengan cara difermentasi. Mereka adalah Imroatus Sholikha, Rizka Hesti Anggraini, Farah Nadia Karima, Anggi Laksmita Dewi, dan Aprilia Ayu Sholihati Nafisah.

Imoratus mengatakan, susu kedelai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan susu sapi. Antara lain tidak mengandung kolesterol, tidak menyebabkan alergi, cocok bagi penderita intoleransi laktosa, dan mengandung isoflavon yang dapat menurunkan risiko penyakit metabolik, seperti hipertensi dan hiperkolesterol. 

Sementara tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan stroke.

Imoratus menjelaskan, proses fermentasi dapat mengurangi rasa dan bau tidak sedap yang terdapat pada susu kedelai. Ditambah penggunaan bakteri Lactobacillus plantarum Dad-13 diharapkan dapat meningkatkan kadar isoflavon di dalamnya.

“Hasilnya, susu kedelai terfermentasi Lactobacillus plantarum Dad-13  secara signifikan menurunkan tekanan darah dan perubahan bermakna pada kadar kolesterol total,” ujar Imoratus dikutip dari keterangan tertulis Kemenristek kepada VIVA.co.id, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

Penelitian yang dilakukan kelima mahasiswa ini tidak hanya berhasil memberikan solusi dalam upaya pencegahan hipertensi dan hiperkolesterol. Namun juga berhasil menghantarkan maju dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2017 pada 23-28 Agustus mendatang di Makasar. Selain itu hasil penelitian ini akan dipresentasikan pada World Congress on Nutrition, Food Science & Public Health di Tokyo, Jepang pada 2018.