Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 18 Agustus 2017 | 09:39 WIB
  • Disuntik Alibaba Rp14 Triliun, Begini Langkah Baru Tokopedia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Disuntik Alibaba Rp14 Triliun, Begini Langkah Baru Tokopedia
Photo :
  • Viva.co.id/Mitra Angelia
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya

VIVA.co.id – Salah satu perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, PT Tokopedia, mengumumkan babak investasi modal barunya. Dalam delapan tahun perjalanan kehadirannya di tanah air, kini Tokopedia resmi bekerja sama dengan raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group.

Chief Executive Officer dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan Alibaba Group berkomitmen untuk menyuntikkan dana investasi sebesar US$1,1 miliar atau  setara Rp14 triliun kepada Tokopedia.

"Pemodalan yang setara dengan lebih dari Rp14 triliun ini akan dipimpin oleh Alibaba Group bersama pemegang saham Tokopedia. Lewat babak saham ini, Alibaba Group akan menjadi pemegang saham minoritas di Tokopedia," ungkap William di hadapan tamu-tamu undangan perayaan ulang tahun ke-8 Tokopedia di Pullman Central Park, Jakarta, Kamis 17 Agustus 2017.

William mengemukakan, kemitraan dengan Alibaba akan meningkatkan skala dan kualitas pelayanan Tokopedia kepada para penggunanya. Termasuk di dalamnya untuk pemerataan ekonomi digital. Selain itu, suntikan dana ini sekaligus mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia untuk mengembangkan usahanya ke seluruh pelosok nusantara, bahkan hingga ke penjuru dunia.

“Kami menyambut baik Alibaba sebagai salah satu pemegang saham di Tokopedia dan kami percaya bahwa kemitraan ini akan mempercepat terwujudnya misi kami dalam menggerakkan pemerataan ekonomi secara digital," ucap William.

Dia menuturkan membangun Tokopedia layaknya membangun sebuah kota. Untuk mewujudkannya, Tokopedia bersama dengan mitra bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu mitra perbankan, pembayaran, mitra logistisk, pemerintah pusat sampai pemerintah kota. Dia yakini bersama mitra tersebut, Tokopedia bisa mewujudkan ekonomi digital.

Tokopedia yang didirikan sejak 2009, telah menjadi perusahaan platform marketplace terbesar di Indonesia. Situs dagang daring ini memungkinkan jutaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemegang merek lokal di Indonesia untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka secara daring.

Data AppAnnie menunjukkan, Tokopedia merupakan aplikasi jual beli daring terdepan di Indonesia dan situs web yang paling sering dikunjungi Indonesia. Data itu  berdasarkan data dari SimilarWeb.

William menyebutkan, dalam delapan tahun terakhir, setiap bulan ada lebih dari 2 juta masyarakat Indonesia yang mulai dan mengembangkan bisnis mereka di Tokopedia

Setiap bulannya, ada lebih dari 35 juta pengunjung yang menyambangi situs dan aplikasi Tokopedia. Jumlah ini, kata William, setara dengan 7 kali lipat negara Singapura. Tokopedia mencatat, sekurang-kurangnya ada sekitar 150 juta kali kunjungan dalam satu bulan.