Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 20 Agustus 2017 | 11:49 WIB
  • Samsung Galaxy Note 8 Bakal Meluncur 15 September?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Mitra Angelia
Samsung Galaxy Note 8 Bakal Meluncur 15 September?
Photo :
Samsung Galaxy Note 8.0 N5100

VIVA.co.id – Informasi seputar waktu peluncuran resmi Samsung Galaxy Note 8 terus diburu khalayak. Simpang siur rumor peluncurannya pun beragam, yang jelas peluncuran pertama kali akan berpusat di Amerika Serikat.

Menurut situs China IT Home, peluncuran resmi akan dilakukan pada 23 Agustus mendatang. Sementara seperti dilansir Phone Arena, Minggu 20 Agustus 2017, dikatakan masyarakat bisa mendapatkannya pada 24 Agustus.

Namun situs berita ponsel itu mengatakan bocoran informasi datang dari sebuah akun Twitter milik Evan Blass (@evleaks), seorang jurnalis ponsel kenamaan. "Evan Blass (@evleaks) hampir selalu mendapatkan hal benar ketika ada informasi yang bocor," tulis Phone Arena.

Evan menulis, 24 Agustus bukan menjadi hari peluncuran. Melainkan hari pertama pre order Samsung Galaxy Note 8. Sementara peluncuran resmi akan dilakukan 15 September. Kata dia, untuk konsumen yang melakukan pre order akan mendapatkan gratis microSD 256 GB, carger nirkabel, atau kamera Gear 360. 

Galaxy Note 8 diduga kuat akan mengusung kamera utama ganda, keduanya dengan resolusi 12 megapiksel dan 13 megapiksel. Salah satu kamera akan disematkan lensa wide, dan lainnya dibekali teknologi lensa tele dengan focal length dua kali lebih besar dari kamera wide.

Kemungkinan Galaxy Note 8 yang dibedakan berdasarkan kapasitas ROM, yakni 64 GB, 128 GB, dan 256 GB. Sementara kapasitas RAM kesemuanya 6 GB. Untuk dapur pacu, Galaxy  Note 8 dibekali prosesor 8895 atau Snapdragon 835 dan layar Infinity Display dengan bentangan 6,4 inci.

Sebelum Galaxy Note 8, seri sebelumnya Galaxy Note 7 mengalami kegagalan dari segi baterai. Dari tiga juta handset Note 7 yang berhasil terjual, antara Agustus sampai Oktober, sekitar 96 persennya telah dipulangkan. Vendor smartphone asal Korea Selatan itu pun kehilangan US$5,3 miliar dari keuntungan operasional akibat hal itu.