Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 21 Agustus 2017 | 21:18 WIB
  • Apresiasi N219, Mantan Wapres Yakin RI Bisa Buat Boeing

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Afra Augesti
Apresiasi N219, Mantan Wapres Yakin RI Bisa Buat Boeing
Photo :
  • ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra
Pesawat N219 mendapat sambutan meriah dari masyarakat di Bandung begitu mendarat.

VIVA.co.id – Mantan Wakil Presiden RI Tri Sutrisno mengapresiasi penuh kehadiran pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia, dengan dukungan biaya dari Lembaga Antariksa Nasional (Lapan). 

Ia yakin suatu hari Indonesia mampu memproduksi pesawat tipe boeing. "Saya sangat mengapresiasi, semoga selalu berkembang. Tidak hanya N219, suatu hari nanti, kita pasti akan membuat boeing. Kita harus dorong semuanya. Bangsa kita itu otaknya ada, yang penting di-manage dengan keteraturan dan diperhatikan," ujar Tri saat menghadiri Festival Prestasi Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center, Senin, 21 Agustus 2017.

Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia mendarat mulus setelah 20 menit melewati uji terbang perdana mengitari langit Batu Jajar, Bandung Barat, Rabu, 16 Agustus 2107.  

"Kemajuan (teknologi) ini harus diperhatikan, jangan ada yang sok tidak tahu. Tetap direspons, dikasih jalan, izin-izin diperlancar. (Indonesia) Jangan kamu jadikan pasar, orang lain yang jual. Kita harus buat sendiri," ujar mantan panglima TNI ini.

Menurutnya, segala hal baik harus dilanjutkan. Sebab, teknologi mempunyai sifat yang amat strategis dalam pembangunan bangsa. Apabila tidak mampu menonjolkan jati diri bangsa, Pancasila akan tenggelam dimakan zaman. Terlebih, Indonesia harus mampu menangkal pemahaman negatif yang kerap muncul belakangan ini.

Pesawat N219 merupakan pesawat angkut ringan yang memiliki kemampuan dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis, daerah terpencil atau pedalaman yang bandaranya tak terlalu panjang.

Selain pesawat N219, Indonesia juga menunggu akhir panjang dari pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop, R80. 

"Pokoknya semua bertahap. Sekarang ini sudah udara (pesawat), kapal, senjata Pindad, mobil banyak.  Indonesia bisa bikin macam-macam. Kita harus dorong semuanya," kata Tri. (one)