Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 23 Agustus 2017 | 12:08 WIB
  • Ilmuwan Tak Lama Lagi Bisa Kendalikan Otak Manusia

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Ilmuwan Tak Lama Lagi Bisa Kendalikan Otak Manusia
Photo :
  • Pixabay/Geralt
Ilustrasi otak

VIVA.co.id – Sebuah penelitian diklaim telah sukses mengendalikan otak makhluk hidup. Dengan menggunakan objek tikus, ilmuwan mengaku mampu membuat tikus tersebut bergerak karena telah mengambil alih kendali otaknya.

Polanya mirip dengan telepati. Hanya saja, ilmuwan menggunakan metode dan perangkat khusus dalam melakukan penelitian yang diberi nama magneto-thermall genetic simulation.

Dalam prosesnya, para ilmuwan, yang dipimpin oleh Prof. Arnd Pralle dari University of Buffalo College of Arts and Sciences, memastikan bahwa metode tersebut benar-benar membangkitkan perilaku motorik pada tungkai subjek.

"Kami mengaktifkan sirkuit neuro (otak dalam) pada tikus. Kami menggunakan pendekatan invasiv-minimal dan memodulasi aktivitas neuron spesifik dengan mengenalkan untaian DNA dan nanopartikel yang dibuat khusus untuk dimasukkan ke subjek," ujar Arnd Pralle, dikutip dari IB Times UK.

Dijelaskan Pralle, metode ini tidak membutuhkan penanaman cip ke dalam tubuh tikus. Jika tikus telah mampu mengenali rangkaian DNA dan partikel nano di dalam tubuh, maka mereka bisa dengan mudah mengendalikan otak yang ditargetkan dengan menggunakan medan magnetik. 

"Saat medan magnetik diaplikasikan, partikel akan memanas dan memaksa neuron untuk bangkit dan menimbulkan gerakan. Pendekatan ini menggunakan medan magnetik alternatif untuk memanaskan partikel nano superparamagnetic di membran otak," tulis Pralle dalam laporannya yang dipublikasikan jurnal eLife.

Intinya, kata dia, neuron yang sensitif terhadap panas bisa diaktifkan dengan aplikasi medan magnetik. Di sinilah mereka kemudian bisa mengambil alih kendal otak subjek, menggerakkan tubuh mereka dengan merangsang neuron yang berbeda-beda.

Untuk tikus, Pralle membuktikan telah mampu membuat tikus mengangkat perut, berputar, diam, dan berlari. Berkat keberhasilan ini, Pralle menganggap jika ke depan otak manusia pun bisa dikendalikan. (ase)