Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:08 WIB
  • Kurangi Ketergantungan Obat Impor, Ini Temuan Mahasiswa UI

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Kurangi Ketergantungan Obat Impor, Ini Temuan Mahasiswa UI
Photo :
  • Universitas Indonesia
Tim mahaiswa UI yang menemukan bahan obat dari bahan alami

VIVA.co.id – Tiga mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berhasil menemukan bahan superdisintegran lokal yang membuat tablet mudah pecah dan larut dalam tubuh kurang dari 30 detik dengan memberdayakan mikroalga merah, Gracilaria verrucosa.

Penelitian ketiga mahasiswa UI ini turut mendukung program pemerintah di dalam mengurangi ketergantungan terhadap obat impor, mengingat industri farmasi Indonesia masih mengimpor bahan disintegran.

Tablet cepat hancur atau Fast Disintegration Tablet (FDT) merupakan tablet yang cepat pecah di rongga mulut pasien tanpa membutuhkan air. FDT sangat dibutuhkan bagi pasien yang mengalami kesulitan menelan seperti pasien geriatri (pasien lanjut usia), pediatrik (pasien bayi dan anak), pasien yang kesulitan mencari air, pasien yang sering muntah maupun pasien dengan gangguan jiwa.

Ketiga mahasiswa Farmasi UI tersebut yaitu Kevin Dio Naldo, Revi Pribadi dan Rezwendy di bawah bimbingan Dosen Farmasi UI, Silvia Surini.

Kevin menjelaskan, hampir 95 persen bahan superdisintegran yang ada di Indonesia adalah produk impor. Berangkat dari permasalahan tersebut, dia bersama rekannya melakukan serangkaian penelitian guna meneliti sumber superdisintegran lokal baru dari bahan di alam Indonesia.

“Maka digunakanlah G. verrucosa yang melimpah namun pemanfaatannya dalam bidang farmasi belum banyak dilakukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 23 Agustus 2017.

Kevin dan tim memilih G. verrucosa yang merupakan jenis rumput laut kelas alga merah (Rhodophyceae) yang dicirikan berwarna merah hingga keunguan. Di Indonesia, G. verrucosa tersebar di berbagai daerah pesisir seperti Terora, Bali; Pacitan, Jawa Timur; Sekotong, Lombok; Dompu, Sumbawa; Pelabuhan Ratu, Jawa Barat; Pantai Baron, Yogyakarta; Pulau Sawu, NTT; Sibatua, Sulawesi Selatan dan Pulau Besar, Flores. Berlimpahnya bahan alami tersebut bisa dilihat produksinya berkisar ratusan hingga ribuan ton per tahun.

Formula pembuatan tablet superdisintegran berbahan G. verrucosa ini memenuhi kriteria yaitu tidak membutuhkan air untuk pecah, memiliki rasa yang enak, tidak rapuh, tidak meninggalkan residu pada mulut dan tidak dipengaruhi suhu dan tekanan.

Hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung pemerintah untuk menciptakan bahan baku obat lokal, menekan angka impor obat serta mendorong produksi superdisintegran lokal dan memberikan informasi kepada petani tambak mengenai nilai guna lain dari G. verrucosa, sehingga secara tidak langsung dapat menyejahterakan para petani tambak.