Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 24 Agustus 2017 | 07:05 WIB
  • Mahasiswa UI Ubah Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bakar

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mahasiswa UI Ubah Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bakar
Photo :
  • China Daily/REUTERS
Ilustrasi/Pekerja tambang batu bara

VIVA.co.id – Industri pengolahan batu bara di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang pesat namun diikuti dengan produk samping berupa limbah cair. Pencemaran akibat limbah cair batu bara dapat mengancam kesehatan makhluk hidup dan kelestarian lingkungan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yaitu Raudina (Teknik Kimia), Barneus Wanglie Sugianto (Teknik Kimia) dan Isni Nur Sadrina (Teknologi Bioproses), menciptakan sebuah purwarupa berupa Nanokomposit Titani Nanotube (TiNT)-Graphene yang optimal untuk mendegradasi kandungan berbahaya di limbah cair batu bara dan secara simultan mampu menghasilkan hidrogen.

Berkat penelitiannya ini, limbah cair batu bara yang berbahaya dapat secara aman dibuang ke lingkungan, manfaat lainnya menjadi penghasil salah satu energi terbarukan dan ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.
           
Di bawah bimbingan Guru Besar Fakultas Teknik UI, Slamet, ketiga mahasiswa itu berhasil menghasilkan teknologi ini sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah cair batu bara.

Raudina menuturkan, limbah cair batu bara mengandung senyawa fenol dan turunannya. Kontaminasi fenol pada manusia dapat menyebabkan sejumlah penyakit di antaranya iritasi, kerusakan hati dan ginjal, gangguan saraf hingga penyakit kronis yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (menyebabkan cacat kelahiran).

“Berangkat dari permasalahan tersebut, kami meneliti suatu metode yang efektif untuk dapat mendegradasi senyawa fenolik yang terdapat pada limbah cair batu bara agar dapat secara aman dibuang ke lingkungan dengan menggunakan material lokal,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis 24 Agustus 2017.

Degradasi Senyawa

Dalam pembuatan teknologi pengolahan limbah ini, Raudina dan tim memanfaatkan bahan material lokal yaitu nanokomposit yang kemudian diuji sedemikian rupa supaya dapat mendegradasi senyawa fenolik serta memproduksi hidrogen pada limbah cair batu bara.

Pemanfaatan material lokal ini pun menjadi satu nilai tambah dari teknologi karya mahasiswa UI, karena mampu meningkatkan nilai tambah bahan lokal dan dapat meningkatkan nilai keekonomisan.

Sebagai salah satu hasil dari teknologi ini, hidrogen diyakini mampu menjadi salah satu alternatif energi terbarukan yang akan terus berkembang dan ramai digunakan di masa depan, karena tidak menghasilkan emisi karbon dan menghasilkan energi yang cukup besar.

Hidrogen juga tidak beracun, bukan merupakan gas rumah kaca dan dipercaya merupakan satu-satunya bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan negara pada bahan bakar fosil. Hidrogen juga disebut sebagai pembawa energi bersih karena pembakarannya menghasilkan air sebagai produk sampingnya.
 
Raudina dan tim berharap hasil penelitian mereka mampu berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam hal pengelolaan limbah cair batu bara, produksi hidrogen dan nanokomposit berbahan lokal.

Selain itu, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan skala industri dalam pengolahan limbah cair batu bara dan produksi hidrogen sebagai energi terbarukan serta menuntaskan permasalahan pencemaran akibat limbah cair batu bara yang dapat mengancam kesehatan makhluk hidup dan kelestarian lingkungan. (ren)