Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 25 Agustus 2017 | 16:20 WIB
  • Garap Bali, Sampoerna Telekom Ubah Ceria Jadi Net1

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Garap Bali, Sampoerna Telekom Ubah Ceria Jadi Net1
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Pemeriksaan Perangkat BTS Jelang Lebaran

VIVA.co.id – Layanan telekomunikasi berbasis 4G LTE semakin banyak pemainnya. Salah satunya PT Sampoerna Telekom Indonesia (STI). Pemain lama ini pun siap merambah Bali dengan nama baru.

Sebelumnya, STI memiliki produk telekomunikasi CDMA bernama Ceria. Seiring dengan masuknya teknologi 4G LTE, dengan bekal kepemilikan pita frekuensi 450MHz, Ceria pun berubah nama menjadi Net1. Mereka berkomitmen kuat untuk menggarap layanan selular berbasis 4G LTE di pulau Bali.

“Seiring perkembangan waktu, industri pariwisata bukan hanya sekadar traveling atau semata-mata memasarkan tujuan wisata, namun juga memberikan pertumbuhan bagi industri-industri pendukungnya, terutama di area pelosok pulau Bali. Pertumbuhan industri yang semakin menggeliatkan perkonomian lokal itulah yang membuat kami memiliki komitmen kuat terhadap Bali,” ujar Larry Ridwan, CEO Sampoerna Telekomunikasi Indonesia., dalam keterangan resminya, Jumat, 25 Agustus 2017.

Larry menilai, pulau Bali memiliki peluang besar untuk menjadi target pasar dari penjualan layanan Net1. Berdasar data survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) pada akhir 2016, jumlah pengguna internet mencapai 132,7 juta orang. Penetrasi pengguna dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diperkirakan akan mencapai 6.148.796 atau sekitar 4,7 persen pada tahun 2017.

STI akan memaksimalkan akses Net1 agar bisa menjangkau seluruh wilayah Bali mulai dari Gilimanuk hingga ujung timur di Gili Selang. Dengan keberadaan Net1 di pulau Bali diyakini akan menambah jumlah jaringan 4G LTE yang telah ada sebelumnya, yakni di kawasan timur Indonesia, antara lain di provinsi Sulawesi  Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku. 

Saat ini, STI masih terus menyelesaikan perpindahan dari pelanggan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G hingga akhir 2017. STI sebagai pemilik merek dagang layanan Net1 akan mengkomersialkan secara penuh layanan 4G di frekuensi 450 MHz mulai 2018. Untuk mengawali komitmen ini, STI telah mempersiapkan langkah-langkah strategis, salah satunya dengan bekerjasama dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disebut PT INTI pada awal Agustus 2017 ini. Dalam kerja sama ini, PT INTI akan memproduksi perangkat yang mendukung frekuensi 450Mhz yang akan dipasarkan dalam bisnisnya setelah diintegrasikan dengan layanan Net1 Indonesia. Perangkat yang dimaksud adalah perangkat yang sudah dipasarkan maupun yang akan datang.

"Strategi bisnis STI saat ini adalah memindahkan para pelanggan CDMA yang masih menggunakan Ceria untuk bermigrasi ke 4G. Untuk mendukung layanan Net1 di Bali, STI telah membuka Sentra Net1 yang ada di area Denpasar, menyusul untuk area-area lainnya. Selain pelanggan perorangan, STI juga akan fokus untuk menggarap pelanggan korporasi (business-to-business atau B2B) dengan solusi berbasis Internet of Things," katanya.

"STI sengaja menyasar area luar atau daerah perdesaan, setelah itu masuk ke area dalam alias perkotaan. Untuk melakukan migrasi pelanggan ke 4G, pelanggan lama Ceria akan ditawari trade-in perangkat router dan MiFi, sementara tarif paket berlangganannya akan disesuaikan dengan layanan Net1," paparnya.

STI merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang beroperasi pada frekuensi 450Mhz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1x. STI memiliki lisensi mobilitas penuh dengan jangkauan nasional. Saat ini, jangkauan layanan STI meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku.

Sebagai bagian dari bisnis Sampoerna Strategic Group, STI telah bekerjasama dengan investor AINMT Holdings (AINMT), perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings untuk membangun layanan 4G LTE di Indonesia untuk melayani lebih dari 260 juta penduduk Indonesia di lebih dari 14.000 pulau. (mus)