Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 27 Agustus 2017 | 15:43 WIB
  • Menkominfo Akui Sulit Menonaktifkan Konten Ujaran Kebencian

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Yunisa Herawati
Menkominfo Akui Sulit Menonaktifkan Konten Ujaran Kebencian
Photo :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

VIVA.co.id – Kasus sindikat penyebaran ujaran kebencian, Saracen, beberapa minggu belakangan menjadi sorotan publik.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengaku kesulitan membatasi beredarnya konten-konten hoax dan ujaran kebencian. Sebab, akun konten negatif terus bermunculan meski akun yang menyebarkan berita bohong telah dihentikan.

"Kami membantu menyediakan informasi untuk penegak hukum. Kalau perlu akunnya harus dinonaktifkan (takedown). Tapi ini seperti hit and run, jadinya sulit di-takedown karena muncul lagi di tempat lain," kata Rudiantara, di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 27 Agustus 2017.

Menurutnya, peran penegak hukum penting dalam memberantas akun penyebar berita bohong atau hoax tersebut. Rudiantara mendorong agar pihak kepolisian mengejar siapa dalang atau pihak di balik munculnya Saracen ini.

"Ini kan baru sampai pengelola akun. Belum kepada siapa yang dibalik itu semua. Siapa yang memberi order itu, semua harus dibereskan. Kalau tidak, kita bakal menemukan banyak sampah konten negatif di Indonesia," ujarnya.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah peran aktif masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita atau informasi yang bisa memecah persatuan dan kesatuan. Ia juga meminta kerja sama penyedia platform media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menyeleksi informasi yang beredar.

"Mereka ini berbisnis di Indonesia, artinya memanfaatkan pasar kita. Kalau berbisnis berkaitan dengan stabilitas ekonomi, politik dan lainnya. Kalau mau bisnis, ya, bereskan sama-sama. Mereka harus bertanggung jawab," katanya. (one)