Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 28 Agustus 2017 | 16:26 WIB
  • 23 Persen Pelanggan Telkom 1 Migrasi ke Satelit Asing

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
23 Persen Pelanggan Telkom 1 Migrasi ke Satelit Asing
Photo :
  • www.lockheedmartin.co.uk
Satelit A2100 buatan Lockheed Martin

VIVA.co.id – Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom, Alex J. Sinaga menyebutkan satelit Telkom 1 mempunyai 63 pelanggan yang dikelompokkan menjadi tiga bagian, yakni lembaga pemerintahan, provider Very Small Aperture Terminal atau VSAT dan perusahaan swasta. Seluruh pelanggan satelit tersebut kini sedang dimigrasikan ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S dan satelit lainnya.

Alex mengatakan, pemindahan pelanggan ke Satelit Telkom 3S bertujuan bisa mengejar ketertinggalan. Dia menuturkan, langkah ini merupakan langkah cepat agar 77 persen jumlah pelanggan isa diakomodasi  satelit Telkom 3S dan satelit Telkom 2.

“Yang 23 persen, kami menggunakan satelit non Telkom yang punya coverage di Indonesia. Ada satelit dari Hong Kong, China, yang mana sudah banyak kita gunakan bahkan sebelum peluncuran Telkom 3S. Itulah sebabnya, kita luncurkan Telkom 3S untuk mengurangi ketergantungan satelit asing," papar Alex saat menggelar konferensi pers di Graha Merah Putih, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Langkah itu juga untuk mempercepat pemulihan layanan kepada pelanggan dan masyarakat, mengingat sebelumnya satelit Telkom 1 mengalami gangguan layanan yang diakibatkan oleh anomali pada Jumat sore, 25 Agustus 2017. 

Alex mengatakan, proses migrasi layanan telah dilakukan sejak 26 Agustus 2017. Penyediaan dan pengalihan transponder satelit Telkom 1 ke transponder satelit pengganti diusahakan selesai pada 30 Agustus 2017. Sedangkan proses repointing antena ground segment akan dilaksanakan bertahap hingga 10 September 2017.

"Prioritasnya kita kelompokkan menjadi tiga. Pertama, untuk hal-hal strategis, seperti lembaga pemerintah, karena ini kan untuk melayani masyarakat, agar penyelenggara pemerintah tidak terganggu, bisa cepat recovery. Kedua, pelayanan publik, seperti perbankan, broadcaster, dan sebagainya. Ketiga, perusahaan swasta,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, kalau penyedia transponder sampai 30 Agustus, maka perkiraan yang paling akhir migrasi adalah pelanggan sektor swasta. Menurut Alex, Telkom tidak membiarkan penyelesain gangguan berjalan lama.

“Bukan berarti kita biarin lama, enggak. Empat hari lah (26-30 Agustus). Kami sudah bisa menuntaskan penyediaan transponder pengganti Telkom 1," ungkap Alex.

Soal keamanan data seluruh pelanggannya, Alex menegaskan, satelit Telkom 1 tidak memiliki kaitannya dengan itu, lantaran fungsi dari satelit ini hanyalah sebagai alat penghubung semata.

"Mengenai keamanan data, satelit Telkom 1 fungsinya hanya connectivity, hanya menghubungkan saja. Sehingga keamanan data terletak di sisi data base. Jadi ibaratnya, (apabila) kami mengambil data dari transponder, ya enggak bisa," tuturnya.

Untuk Alex yakin para pelanggan satelit Telkom 1, sudah memiliki fire wall untuk pelindung saat terjadi gangguan atau masalah pada satelit.  

“Satelit ini sebenarnya enggak ada bedanya dengan jaringan kabel, tugasnya ya hanya connectivity saja," kata Alex.