Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 28 Agustus 2017 | 17:09 WIB
  • Jika Satelit Telkom 1 Pensiun, Diganti Telkom 4

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Jika Satelit Telkom 1 Pensiun, Diganti Telkom 4
Photo :
  • www.telkom.co.id
Logo Telkom

VIVA.co.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk bergerak cepat mengatasi gangguan yang terjadi pada satelit Telkom 1. Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga menyampaikan, saat ini tim investigasi sedang menjalankan prosedur-prosedur untuk mengetahui kesehatan satelit Telkom 1 secara komprehensif. 

Rencana tindak lanjut untuk satelit Telkom 1 akan ditentukan dalam dua hingga tiga hari ke depan, terhitung mulai hari ini. Tidak tertutup kemungkinan, satelit Telkom 1 nantinya tidak dapat beroperasi dengan normal kembali. 

Jika nantinya satelit Telkom 1 benar-benar pensiun, slot satelit itu akan mengalami kekosongan. Guna mengisi ruang kosong tersebut, Telkom berencana untuk meluncurkan satelit Telkom 4 pada pertengahan 2018.

"Seandainya Telkom 1 berhenti beroperasi, ending-nya kami sudah mempersiapkan Telkom 4 yang akan meluncur pada pertengahan 2018," ujar Alex, Senin 28 Agustus 2017. 

Alex menuturkan, perusahaan meluncurkan satelit Telkom 4 karena memang ada kebutuhan. Saat ini, ujarnya, Indonesia masih kekurangan kapasitas satelit. 

"Mudah-mudahan nanti kalau Telkom 4 sudah (meluncur), kami luncurkan lagi Telkom 5. Karena negara kita memang membutuhkan satelit, mengingat Indonesia adalah kepulauan," ujar Alex.

Berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi dengan pabrikan satelit Telkom 1, Lockheed Martin pada 2014 dan 2016, satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga beberapa tahun ke depan. Berdasarkan pengecekan tersebut, sekurang kurangnya umur satelit Telkom 1 diperkirakan hingga 2019. Perkiraan usia satelit itu sesuai dengan best practice di industri satelit. 

Namun, akhir pekan lalu, satelit Telkom 1 mengalami gangguan. Gangguan layanan tersebut terkait dengan anomali yang terjadi pada satelit Telkom 1. Anomali tersebut mengakibatkan pergeseran pointing antena satelit Telkom 1.

Dampak dari gangguan itu, pelanggan satelit Telkom 1 dimigrasikan ke satelit Telkom lainnya dan satelit luar Indonesia yang punya jangkauan ke wilayah Indonesia.