Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 30 Agustus 2017 | 21:14 WIB
  • 2022, 400 Juta Perangkat Bakal Disematkan Sensor Internet

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
2022, 400 Juta Perangkat Bakal Disematkan Sensor Internet
Photo :
  • enterpriseCIOforum
Internet of Things

VIVA.co.id – Indonesia IoT Forum memprediski, pangsa pasar IoT atau Internet of Things di Indonesia akan mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022.  Pasar itu terdiri dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform sebesar Rp156,8 triliun, perangkat IoT sebesar Rp56 triliun, serta network dan gateway sebesar Rp39,1 triliun.

Diperkirakan pada tahun 2022 akan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, sebanyak 16 persen di antaranya terdapat pada industri manufaktur, 15 persen healthcare, 11 persen asuransi, 10 persen banking and securities, masing- masing 8 persen  pada retail and wholesale dan computing service, 7 persen government, 6 persen transportasi, 5 persen utilities, masing-masing 4 persen pada real estate and business services dan agriculture, serta sisanya sebanyak 3 persen untuk perumahan dan lain sebagainya.

Potensi ini dianggap cukup besar sehingga banyak negara yang mencoba memperkenalkan diri sebagai produsen terbesar IoT. Salah satunya adalah Hong Kong yang memperkenalkan internet segala ke khalayak Indonesia lewat pameran yang diadakan Hong Kong Trade Development Council.

Direktur HKTDC Indonesia, Leung Kwan Ho menjelaskan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-21 bagi Hong Kong. Menurutnya, dalam tujuh bulan pertama tahun ini, total nilai perdagangan antara Hong Kong dan Indonesia lebih dari US$3,2 miliar. Secara khusus, total ekspor Hong Kong ke Indonesia sebesar US$1,8 miliar, dan nilai impor dari Indonesia US$1,4 miliar.

Adapun pameran dagang yang dihadirkan HKTDC meliputi pameran Wearable Device & Smartwatch, Elektronik seperti perangkat IoT, Robotik, 3D Printing dan Startup, Fashion Summit, serta Wine.

Salah satunya Distributor laptop dan smartphone, PT Infonet Mitra Sejati. Menurut Division Head of Retail Infonet, Ichsan Justian Halim, mengatakan, ketika pameran berlangsung, hal yang paling menarik perhatian adalah yang berkaitan dengan internet of things (IoT).

Ia begitu tertarik karena dari segi tampilan, produk-produk IoT selalu menarik dan berbeda. IoT merupakan teknologi yang terhubung dengan jaringan internet melalui sensor.

Contohnya, mengendalikan mesin cuci lewat smartphone. Artinya, perangkat akan menerima data dan menyajikan kepada pengguna. Sensor inilah yang bertugas mendeteksi getaran, suhu, hingga gas.

Lebih lanjut Ichsan menerangkan, saat mengikuti pameran HKTDC tahun lalu, pameran IoT yang kerap dikunjunginya adalah produk China.

Padahal, dari sisi jaringan, China jauh sekali dari Hong Kong. "Bagaimana mereka me-manage-nya, itu yang menarik," kata dia di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.

Ichsan juga bercerita, produk IoT yang sedang tren saat itu adalah smarthome, seperti mematikan lampu, AC, televisi dan perangkat elektronik lainnya, hanya melalui smartphone.