Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 1 September 2017 | 15:31 WIB
  • Mengenal Fakta Kambing

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mengenal Fakta Kambing
Photo :
  • www.pixabay.com/capri23auto
Ilustrasi kambing

VIVA.co.id – Hari Raya Idul Adha, hewan kurban ramai di mana-mana. Salah satu yang menjadi hewan kurban yakni kambing. Salah satu ciri khas dari mamalia ini yakni punya tanduk yang beragam. 

Sejatinya kambing dibagi menjadi dua bagian yaitu kambing domestik (Capra hircus) yang dibesarkan dan dikembangbiakkan sebagai hewan ternak. Sedangkan satu jenis lainnya yaitu kambing gunung (Oreamnos americanus) yang diketahui hidup di daerah berbatu curam di Amerika barat laut. 

Dikutip dari Live Science, Jumat, 1 September 2017, dari sisi taksonomi makhluk hidup, kambing merupakan anggota keluarga Bovidae. Menurut taksonomi yang dirilis Integrated Taxonomic Information System (ITIS), dalam keluarga ini, kambing dikelompokkan bersama dengan antelop (mamalia menyerupai kambing), sapi dan domba.

Jika spesies kambing diturunkan, anggota genus Capra yaitu termasuk ibex, markhors dan turs yang kadang disebut kambing liar. Ibex merupakan kambing liar dengan tanduk bergerigi panjang tebal dan berjenggot.

Ibex bisanya ditemukan di pegunungan Alpen, Pyrenees (Prancis-Spanyol), Asia Tengah dan Ethiopia. Sementara markhors merupakan kambing liar dengan tanduk bengkok yang sangat panjang. Genus ini berasal dari Asia Tengah. 

Sementara turs merupakan kambing liar yang berasal dari pegunungan Kaukasian atau dikenal dengan nama ilmiah Capra caucasica dianggap terancam punah karena menurut perkiraan  International Union for Conservation of Nature (IUCN) jumlah populasinya menurun lebih dari 50 persen selama tiga generasi terakhir.

IUCN mengatakan kebanyakan kambing liar memang rentan, terancam dan hampir punah. Salah satunya Capra hircus aegagrus, kambing liar yang ditemukan di Asia Barat, tergolong rentan. Sebab jenis ini populasinya menurun sekitar 30 persen selama tiga generasi terakhir.  

Bicara soal ukuran dan bobot tubuh, menurut Animal Diversity Web Universitas Michigan, AS, kambing gunung bisa mencapai 57 sampai 82 kilogram dan tumbuh 1,2 sampai 1,78 meter. Tanduk hitam kambing gunung panjangnya bisa tumbuh 20 sampai 30 sentimeter. 

Sedangkan untuk kambing domestik ukurannya lebih bervariasi. Sebab menurut  Smithsonian Institution, ada sekitar 200 jenis dari kambing domestik. Variasi ini bisa dilihat dari ukuran terkecil dari kambing domestik yaitu 9 kilogram yang terjadi pada kambing domestik Nigeria, ada juga kambing Pygmy yang bobotnya antara 24 sampai 39 kilogram dan kambing Anglo-Nubia yang beratnya bisa 113 kilogram. 

Kambing domestik

Kambing domestik

Habitat

Dari sisi habitat, kambing gunung ditemukan di pegunungan Rocky, Alaska, Montana Barat, Idaho bagian tengah dan South Dakota, Colorado dan Washington. Semuanya di area Amerika Serikat. Kambing gunung biasanya tinggal pada ketinggian 1.000 sampai 5.000 meter di atas permukaan laut. 

Sedangkan untuk kambing domestik tersebar di seluruh wilayah dunia. ADW mencatat  kambing domestik bisa berkembang dengan syarat wilayah yang terdapat rumput untuk dimakan dan tempat penampungan yang bersih dan ventilasi. 

Kambing gunung

Kambing gunung

Diet

Soal makanan, ada yang berbeda dari kambing domestik dan kambing gunung, sesuai dengan lingkungan mereka hidup. Kambing gunung selain mengonsumsi rumput, juga memakan lumut dan tanaman. Sedangkan banyak kambing domestik akan makan sampah, tanaman rumah atau barang lainnya yang tergeletak di sekitarnya.

Smithsonian Institution mencatat kambing punya kekhasan dalam mengambil makanan, yakni dengan memanfaatkan bibir mereka dan kemudian membawa makanan ke mulut. Rahang atas kambing lebih lebar dibanding rahang bawah, anatomi ini membuat kambing bisa menggunakan satu sisi mulut untuk menggiling makanan. 

Sebagai pemamah biak, kambing punya empat kompartemen perut. Untuk perut pertama pemamah biak (rumen) bisa menahan 15 sampai 23 liter makanan dan perut kedua pada binatang pemamah biak (retikulum) bisa menahan 0,98 sampai 1,9 liter. Selanjutnya perut ketiga pada binatang pemamah biak (omasum) bisa menahan 0,98 liter dan perut keempat pada binatang pemamah biak (abomasum) bisa menahan 3,8 liter. (ase)