Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 September 2017 | 09:41 WIB
  • Asteroid Raksasa Melintasi Bumi Tepat Hari Raya Idul Adha

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Asteroid Raksasa Melintasi Bumi Tepat Hari Raya Idul Adha
Photo :
  • Dok. NASA
Asteroid Florence saat melintasi Bumi.

VIVA.co.id – Asteroid raksasa Florence melewati Bumi pada Jumat, 1 September 2017. Asteroid berukuran 4,4 kilometer ini akan melewati Bumi sudah diprediksi sejak lama oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Meski begitu, NASA menegaskan bahwa Asteroid Florence tidak berbahaya bagi Bumi. Kemunculan Florence juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha atau puncak haji.

"Florence melintas melewati Bumi pada jarak yang relatif dekat, yakni 7 juta kilometer tanggal 1 September kemarin. Ini adalah asteroid terbesar yang bisa terbang di dekat Bumi di lebih dari satu abad," demikian bunyi keterangan resmi NASA, dikutip Newscientist, Selasa, 5 September 2017.

NASA juga menyebut, saat melintas Asteroid Florence menyala terang. Sehingga, ketika diteropong menggunakan teleskop kecil sudah terlihat dengan jelas.

Asteroid Florence diklaim tidak akan mencapai jarak yang lebih dekat dari 18 kali jarak rata-rata antara Bumi dan Bulan, dan tidak melewati Bumi lagi hingga 2.500 tahun kemudian.

Selain NASA, para astonom dari Puerto Riko dan Amerika Serikat juga mengamati 'kedatangan' Asteroid Florence dengan menggunakan pencitraan radar. Menurut mereka, Florence terbang melalui rasi bintang Piscis Austrinus, Capricornus, Aquarius dan Delphinus.

Para astronom ini berandai-andai apabila asteroid raksasa itu menabrak Bumi pada kecepatan yang sama dengan meteor yang meledak di Chelyabinsk, Rusia, pada 2013.

Akibatnya, menurut mereka, adalah akan membuat kawah sepanjang 55 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer, serta menyebabkan efek bencana bagi atmosfer dan ekosistem Bumi.

Sebelumnya, Asteroid Florence ditemukan pada 1981, yang juga merupakan asteroid terbesar yang pernah terlihat melintasi Bumi sejak NASA mulai mendeteksi kehadiran benda luar angkasa itu dekat Bumi pada 1995.