Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 September 2017 | 20:56 WIB
  • Benarkah Bulan Purnama di September Tampak Lebih Besar?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Benarkah Bulan Purnama di September Tampak Lebih Besar?
Photo :
  • REUTERS/Darrin Zammit Lupi
Bulan purnama terlihat di Valletta, Malta, 6 September waktu setempat.

VIVA.co.id – Beberapa orang menilai penampakan bulan purnama pada awal September ini terlihat berbeda. Purnama menampakkan wajahnya secara lebih besar. 

Bulan purnama yang terjadi pada September punya nama khas. Di masyarakat luar negeri, bulan purnama di September disebut dengan ‘harvest moon’. Ada yang menamainya dengan ‘full corn moon’, penaman ini terkait dengan munculnya purnama dengan masa panen jagung. 

‘Harvest moon’ merupakan fenomena bulan purnama yang paling dekat dengan fenomena equinox yang jatuh pada 23 September. Fenomena equinox terjadi dua kali setiap tahun, 21 Maret 2017 dan yang kedua 23 September 2017. Equinox merupakan penanda waktu akhir musim panas dan awal musim gugur.

Saat equinox terjadi, matahari berada tepat di atas khatulistiwa. Cahaya matahari pun memancar lurus ke arah bumi sehingga siang dan malam memiliki durasi yang sama, 12 jam. Equinox pada 23 September ini disebut sebagai Fall Equinox, yang artinya menandakan awal musim gugur.  

Namun Badan Antariksa Amerika Serikat mengumumkan ‘harvest moon’ pada tahun ini jatuh bukan pada bulan purnama 7 September. ‘Harvest moon’ tahun ini akan jatuh pada bulan purnama berikutnya yakni 5 Oktober. 

Soal penilaian purnama pada awal September lebih besar, hal itu dianggap sebuah persepsi saja. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin menuturkan, purnama pada awal September tak ada sesuatu yang istimewa. 

"Bulan (sama halnya matahari) tampak besar ketika berada di dekat ufuk karena persepsi saja," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 September 2017. 

Dia menjelaskan, saat bulan berada di ufuk, pengamat secara ta sadar membandingkan bulan atau matahari dengan objek latar depan yang mengecil di kejauhan.

Penampakan bulan di ufuk berbeda saat bulan posisinya di atas kepala, yang tampak kecil karena bulan diperbandingkan dengan langit yang sangat luas. 

Senada, pegiat astronomi Avivah Yamani menuturkan, purnama pada awal September bukan sebuah fenomena unik, hanya purnama seperti biasa saja. 

"Harvest moon cuma istilah buat bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan awal musim gugur. Tapi enggak ada hubungan dengan (bentuk bulan) yang lebih besar. Kalau besar itu karena masih di horizon. (itu) ilusi," jelas Avivah. 

Soal penampakan yang terlihat lebih besar, Avivah berpandangan, karena bulan baru terbit sehingga terasa lebih besar. “Kalau penampilan (bulan) itu sama saja,” ucapnya.