Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 10 September 2017 | 10:18 WIB
  • Kelelawar Raksasa Terancam Punah Ditemukan di Aceh

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Dani Randi (Banda Aceh)
Kelelawar Raksasa Terancam Punah Ditemukan di Aceh
Photo :
  • ANTV
Kampung Kelelawar Dusun Paratinggia.

VIVA.co.id – Tim dari lembaga penelitian Natural Aceh melakukan penelitian tentang kelelawar di Gunung Seulawah, Aceh Besar, Aceh, sejak 1 September 2017. Tim tersebut mengidentifikasi seluruh jenis kelelawar hingga Desember 2017.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, mengatakan, penelitian ini dilakukan berawal dari ditemukannya dua kelelawar raksasa (pteropus) berukuran dua meter di Saree dan Lamteuba, Aceh Besar pada Juli lalu. Kelelawar itu ditembak mati oleh warga karena dianggap berbahaya, dan dihanyutkan ke sungai tanpa diidentifikasi.

“Para warga mengatakan sebesar anak kecil. Tapi kami tidak bisa mengidentifikasinya karena bangkainya dihanyutkan ke sungai, tidak ditanam. Dilihat dari ciri-cirinya jenis ini adalah pteropus yang lebar sayapnya capai 1,7-2 meter,” kata Zainal pada wartawan saat dihubungi, Sabtu malam, 9 September 2017.

Atas dasar itu, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mencari tahu dan membuktikannya. Sejauh ini, kata dia, pihaknya baru melihat beberapa spesies umum seperti cynopterus sp dan balionycteris maculate.

Secara metode, kelelawar yang didapat tanpa harpa dan mist net (jaring khusus) tidak bisa dihitung. Sebab, ada variabel yang khusus dijaring tersebut seperti tinggi jaring, lokasi, waktu ditangkap, waktu bulan, dan kelembapan di sekitaran Seulawah, dari Saree sampai lamteuba. Apalagi, hujan yang melanda lokasi itu menyebabkan kelelawar tidak bisa terbang dan lebih memilih berdiam di sarang.

Namun, karena tim kesulitan bekerja dengan cuaca hujan, pihaknya hanya menargetkan dapat menangkap minimal 200 kelelawar menggunakan jaring khusus. Setelah itu diidentifikasi, kelelawar tersebut akan dilabeli dan dilepas kembali ke alam.

“Ya ditangkap, dipotret, diukur beberapa bagian tubuhnya, sebagian akan dibius dan dibedah. Namun 80 persen akan dilepas kembali dengan diberi tanda gelang khusus,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemetaan lokasi. Kemudian dalam penelitian itu, dibutuhkan enam lokasi dengan empat habitat berbeda untuk penempatan jaring.

Diketahui, pteropus adalah kelelawar yang terancam punah. Dikatakannya, dahulu di pohon-pohon besar simpang jam, taman sari Banda Aceh masih bisa melihat kelelawar bergantungan. Namun sejak ditebang oleh pemerintah kota setempat, kelelawar itu pindah ke tempat lain.