Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 11 September 2017 | 13:56 WIB
  • Artefak Usia 3700 Tahun Ubah Sejarah Matematika

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Artefak Usia 3700 Tahun Ubah Sejarah Matematika
Photo :
  • www.telegraph.co.uk/University of New South Wales
Tablet trigonometri peradaban Babilonia

VIVA.co.id – Tabel trigonometri ternyata sudah digunakan oleh bangsa Babilonia sejak ribuan tahun silam. Ini terbukti dengan penemuan artefak tanah liat, berbentuk mirip buku dan berusia 3.700 tahun, pada awal 1900-an di Irak Selatan oleh arkeolog Amerika dan diplomat Edgar Banks.

Ketika itu, belum ada yang bisa membaca tabel yang dikenal sebagai Plimpton 332 tersebut. Dilansir, Telegraph, Senin 11 September 2017, para ahli dari jurusan Matematika dan Statistik di Fakultas Ilmu Pengetahuan, University of New South Wales (UNSW), Australia, berhasil membaca maksud dari tablet itu.

Ilmuwan Matematika dan Statistik  UNSW, Daniel Mansfield menyatakan, Plimpton 332 merupakan tabel trigonometri tertua dan paling akurat di dunia, kemungkinan digunakan oleh arsitek kuno untuk membangun kuil, istana dan kanal.

"Bangsa Babilonia mengembangkan trigonometri 1.500 tahun sebelum orang-orang Yunani dan menggunakan metode matematika yang canggih yang dapat mengubah cara kita menghitung," kata Mansfield.

Mansfield menjelaskan, perbedaan trigonometri sekarang dan Plimpton 332, yaitu matematika Babiloni menggunakan sistem dasar 60, atau seksagesimal, dan bukan 10 yang digunakan saat ini. Karena 60 jauh lebih mudah terbagi tiga, para ahli yang mempelajari tablet tersebut, menemukan bahwa perhitungannya jauh lebih akurat.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa Plimpton 322 menggambarkan bentuk segitiga sudut kanan menggunakan jenis trigonometri baru berdasarkan rasio, bukan sudut dan lingkaran," jelas Mansfield 

Mansfield menuturkan, tablet tua itu tidak hanya berisi tabel trigonometri tertua di dunia, tapi juga merupakan satu-satunya tabel trigonometri yang benar-benar akurat, karena pendekatan Babilonia yang sangat berbeda terhadap aritmatika dan geometri.

"Ini berarti memiliki relevansi yang besar bagi dunia modern kita. Matematika Babilonia mungkin telah keluar dari mode selama lebih dari 3000 tahun, namun memiliki aplikasi praktis yang mungkin dalam survei, grafis komputer dan pendidikan. Ini adalah contoh langka dunia kuno yang mengajarkan kita sesuatu yang baru," kata Mansfield.

Sebelumnya, astronom Yunani Hipparchus, dianggap sebagai bapak trigonometri, dengan 'tabel paduan nada’ di dalam sebuah lingkaran. Ini dianggap sebagai tabel trigonometri tertua.

Tabel yang dibaca oleh Hipparchus ditemukan di kota kuno Sumni, Larsa, telah berusia antara 1822 dan 1762 SM. Sekarang ada di Perpustakaan Rare Book and Manuscript di Columbia University New York.

"Plimpton 322 mendahului Hipparchus lebih dari 1000 tahun," kata Mansfield.