Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 09:35 WIB
  • YouTube Tindak Tegas Uriminzokkiri, Saluran Propaganda Korut

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
YouTube Tindak Tegas Uriminzokkiri, Saluran Propaganda Korut
Photo :
  • REUTERS/Eric Gaillard
YouTube.

VIVA.co.id – Video live streaming, YouTube, mengambil tindakan tegas terhadap Korea Utara atas seluruh video yang diunggah ke platformnya melalui saluran Uriminzokkiri.

YouTube dengan berani memangkas akses ke saluran propaganda Korea Utara tersebut, sebagaimana Amerika Serikat juga berusaha menerapkan sanksi lebih keras setelah Korea Utara menguji coba rudal dan bom nitrogennya baru-baru ini.

Penutupan situs Uriminzokkiri dikonfirmasi oleh YouTube, Sabtu 9 September 2017. Uriminzokkiri adalah situs web yang dikendalikan oleh negara yang menyediakan berita dari North Korea's Central News Agency.

Situs ini juga mendistribusikan informasi seputar Twitter, YouTube dan Flickr, sedangkan server website ini berlokasi di China. Uriminzokkiri secara teratur mengunggah rekaman video tentang program nuklir dan rudal Korea Utara.

"Akun ini telah dihentikan karena melanggar pedoman komunitas YouTube," kata situs berbagi video tersebut, seperti dikutip melalui laman news.com.au, Selasa, 12 September 2017.

Meski demikian, YouTube tidak memberikan rincian mengenai alasan penutupan akun tersebut, atau berapa lama akun itu akan dibekukan.

Sementara itu, para akademisi menggunakan rekaman resmi dari saluran tersebut yang menampilkan peluncuran rudal dan kunjungan Kim Jong-un ke pabrik. Tujuannya adalah untuk mendapatkan wawasan langka mengenai kemajuan program senjata dari Korea Utara.

"Pelacakan dan rekonstruksi digital dari sebuah peristiwa akan menjadi lebih sulit karena akun-akun ini dihapus," ujar Scott Lafoy, seorang analis citra satelit yang berbasis di Washington, AS.

Saluran ini disebut-sebut melayani berbagai tujuan propaganda untuk Korea Utara. Bulan lalu, Uriminzokkiri menerbitkan sebuah video yang menampilkan dua anak lelakinya James Joseph Dresnok, di mana mereka mengatakan bahwa ayah mereka - satu-satunya tentara AS yang diketahui masih tinggal di Korea Utara setelah membelot lebih dari lima dekade - telah meninggal tahun lalu dengan janji setia kepada "pemimpin besar Kim Jong-un".

Lalu, pada Juli 2017, Uriminzokkiri merekam sebuah adegan yang menampilkan Lim Ji-Hyun, seorang pembelot wanita berusia 20-an tahun yang tiba di Seoul, Korea Selatan, pada 2014 dan segera menjadi tokoh masyarakat, sebelum kembali ke Utara.

Meski akses telah dipotong, akan tetapi akun sosial media Uriminzokkiri tetap aktif selama akhir pekan. Ini bukan kali pertamanya YouTube menargetkan propaganda Korea Utara.

Pada November 2016, platform berbagi video tersebut menutup saluran televisi milik negara Korean Central TV1. Beberapa saluran lain termasuk Chosun TV, NK Propaganda dan KCTV Stream juga diputus. (ase)