Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 19:13 WIB
  • Bangun Sistem, Bukalapak Tak Kejar Teknisi Asing

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Bangun Sistem, Bukalapak Tak Kejar Teknisi Asing
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesty
Vice President of Engineering Bukalapak, Ibrahim Arief

VIVA.co.id – Seiring bertumbuhnya situs perdagangan daring atau e-commerce di Indonesia, peluang terbukanya lapangan pekerjaan pun semakin besar. Banyak dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mengincar talenta-talenta berbakat dari dalam dan luar negeri. Namun, bagi Bukalapak, justru tak ingin berfokus kepada tenaga-tenaga asing untuk menjadi teknisinya.

Vice President of Engineering Bukalapak, Ibrahim Arief, mengatakan, Bukalapak kini sudah memiliki lebih dari 200 teknisi yang berasal dari dalam negeri. Seluruh tenaga kerja tersebut kebanyakan berasal dari lulusan-lulusan universitas dalam negeri.

"Ini yang membuat kami mengerahkan segala upaya untuk mencari talenta berkualitas dari seluruh Indonesia. Karena itu lah, sekarang kami punya lebih dari 200 engineer lokal. Sebagian besar dari Indonesia dan sebagian lagi berasal dari mereka yang bekerja atau sekolah di luar negeri lalu balik ke Indonesia," ucapnya saat ditemui VIVA.co.id di markas Bukalapak.com, Kemang, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Dalam menyeleksi, tim Bukalapak tak ingin gegabah dalam memilah bibit baru. Ibrahim mengatakan, ada tiga tahap seleksi yang harus dilalui oleh calon teknisi Bukalapak, yaitu keahlian pemrograman, pengetahuan teknis, dan bisa memerankan sebagai pemecah masalah. Setiap perempat tahun, Bukalapak menerima lebih dari 20.000 aplikan yang melamar untuk menjadi bagian Product Development Group perusahaan.

"Dari jumlah itu, yang lolos seleksi dan kami terima cuma 0,25 persen. Ini seleksi yang sangat ketat karena kami ingin membangun suatu kultur dan talenta bagus di Indonesia,” tuturnya.

Ketatnya seleksi ini merefleksikan bahwa Bukalapak sangat ingin untuk mencari dan menjaring talenta bermutu dari Indonesia. “Kami memang sangat berhati-hati untuk menerima apply, lebih konservatif dalam meng-hire talenta," tuturnya.

Ibam, sapaan akrab Ibrahim, ingin agar pelaku e-commerce di Indonesia menambah jumlah kuota tenaga kerja Tanah Air agar mampu membuka lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia. Terlebih, kini banyak muncul teknisi-teknisi berbakat perempuan. Untuk itu lah, ia sangat menekankan pentingnya menghormati keragaman dalam lingkup pekerjaan.