Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 22 September 2017 | 12:17 WIB
  • Akuisisi HTC, Google Ingin Saingi Apple

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Akuisisi HTC, Google Ingin Saingi Apple
Photo :
  • Reuters/Dado Ruvic
Logo Google dan HTC.

VIVA.co.id – Keputusan Google mengakuisisi perusahaan pembuat ponsel pintar (smartphone) asal Taiwan, HTC, senilai US$1,1 miliar (Rp14,6 triliun) dinilai untuk menyaingi iPhone milik Apple.

Meskipun Google mengendalikan piranti lunak (software) yang didistribusikan ke lebih dari 2 miliar smartphone Android di seluruh dunia, namun perusahaan teknologi asal AS itu tidak memiliki banyak pengaruh tentang bagaimana perangkat sebenarnya dibuat.

Berdasarkan laporan International Data Corporation, bila dilihat dari peta smartphone dunia, maka pasarnya hanya terbagi antara Apple dan Samsung. iPhone Apple menyumbang 12 persen dari penjualan smartphone global, sementara Samsung menyumbang 23 persen.

Dapat dikatakan, akuisisi atas HTC ini merupakan bentuk keseriusan Google untuk menguasai piranti keras (hardware). Raksasa internet itu mencaplok divisi HTC yang membuat smartphone Google Pixel.

Transaksi secara tunai itu membuat Google berhak atas 2.000 karyawan HTC atau sekitar seperlima dari seluruh karyawan vendor asal Taiwan tersebut.

Google Hardware Chief, Rick Osterloh, lalu melihat Apple sebagai contoh, di mana perusahaan teknologi yang didirikan Steve Jobs itu merancang piranti lunak dan keras untuk semua produknya, termasuk iPhone.

"Karena itu mereka bisa membuat piranti lunak baru dengan memanfaatkan piranti keras, seperti fitur kamera Portrait Mode iPhone," kata Rick, seperti dikutip TIME, Jumat, 22 September 2017.

Akuisisi Motorola

Ia melanjutkan, Potrait Mode memanfaatkan sistem kamera ganda yang tersedia di iPhone 7 Plus dan iPhone 8, sehingga memungkinkan untuk menangkap foto dengan lebih mendalam.

"Kalau tidak bergerak (akuisisi HTC) maka akan sulit bagi kami untuk melakukan apa yang dilakukan Apple. Karena, ada begitu banyak jenis perangkat Android yang berbeda pabrikan sehingga semuanya memiliki spesifikasi yang berbeda," paparnya.

Rick memaparkan apabila Google ingin dipandang sebagai inovator di bisnis smartphone, seperti Apple dan Samsung, mau tidak mau, harus lebih serius menggeber kekuatannya di hardware.

Aksi korporasi Google ini menandakan sebuah perubahan besar dalam strategi produk mereka. Sebelumnya, Google telah berusaha mendongkrak kehadirannya di pasar pembuatan smartphone.

Raksasa pencarian tersebut pernah mengakuisisi Motorola pada 2011 senilai US$12,5 miliar, namun dijual ke Lenovo. Sementara itu, HTC menghadapi kesulitan keuangan dalam beberapa tahun terakhir yang membuat karyawannya terpangkas 15 persen pada 2015.