Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 26 September 2017 | 16:34 WIB
  • Indonesia Bisa Jadi Rujukan Ahli Bumi Dunia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Indonesia Bisa Jadi Rujukan Ahli Bumi Dunia
Photo :
  • Twitter/@IndroyonoSoe
Mantan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo

VIVA.co.id – Iklim eksplorasi minyak dan gas di tanah air dinilai masih menyimpan masa depan cerah. Potensi eksplorasi laut pada batuan Pra Tersier dan penerapan teknologi seismik multi-saluran juga masih besar. Apalagi pengolahan datanya kini yang semakin saluran dengan metode Big Data.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo melihat dalam eksplorasi sumber daya alam, Indonesia telah melangkah lebih luas. Pemerintah bergerak ke bidang geologi nonkonvensional dengan energi baru dan terbarukan, panas bumi dan juga menimbang isu perubahan iklim. 

Alumnus Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, dengan wilayah Busur Kepulauan Indonesia, yang merupakan tempat bertumbukan tiga lempeng tektonik, Indonesia akan diuntungkan. Sebab dari sisi ilmu kebumian di tanah air diperkirakan akan terus maju dan berkembang, dan akan menjadi rujukan para ahli kebumian dunia.

"Indonesia tetap akan berperan besar, asal selalu awas dan waspada mengikuti perkembangan zaman," ujar peraih gelar Master of Science on Remote Sensing for Natural Resources dari Universitas Michigan, AS dalam keterangan tertulisnya, Selasa 26 September 2017.

Bicara soal potensi, pra Tersier Indonesia bagian Barat dari target yang lebih dalam berumur seperti basement dan fracture, telah ada sumur eksplorasi yang menembus lapisan Pra Tersier dan menemukan hidrokarbon.

Untuk Selatan wilayah Jawa, punya potensi yang cukup menarik beberapa sumur eksplorasi pada bor di Selatan Jawa tapi masih belum konklusif.

Sedangkan target eksplorasi berumur Pra Tersier di cekungan Jawa Timur masih menarik untuk diteliti lebih lanjut, dengan ditemukannya hidrokarbon yang berasal dari batuan Pra Tersier di Jawa Timur.

Indroyono mendapat penghargaan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 2017.  Dia dianggap berkontribusi dan perintis penerapan teknologi penginderaan jauh di Indonesia untuk eksplorasi mineral dan migas, inventarisasi sumber daya alam, perencanaan wilayah dan kota, penanggulangan kebakaran hutan serta aplikasi kelautan dan perikanan.

Indroyono pernah bertugas pada beberapa bidang kelautan, di antaranya Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT (1996-1999), memperoleh gelar Profesor Riset BPPT pada 1995, Dirjen Riset dan Eksplorasi Laut KKP (1999–2000), Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan KKP (2001–2008) dan Sekretaris Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (2008–2012).

Kemudian pernah duduk pada badan dunia menjabat Direktur Sumberdaya Perikanan dan Akuakultur Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma, Italia (2012-2014). Dia kemudian diminta pulang oleh Presiden Jokowi untuk membentuk kementerian baru, yaitu Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Selain itu, Indroyono juga sudah melahirkan 13 buku dan jurnal ilmiah menjadi koleksi perpustakaan-perpustakaan dunia, di antaranya di US Library of Congress,Washington DC, di FAO Library-Rome dan di Perpustakaan Nasional, Jakarta. (mus)