Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 13:54 WIB
  • Cerita di Pulau Liran, Tarif Telepon US$1 per Menit

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Siti Sarifah Alia
Cerita di Pulau Liran, Tarif Telepon US$1 per Menit
Photo :
  • Dokumen Telkomsel
Menara telekomunikasi di Pulau Liran

VIVA.co.id – Telekomunikasi di daerah terluar dan terdepan memang jauh dari harga murah. Misalnya seperti Pulau Liran, pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Wetar dan berbatasan dengan Timor Leste. 

Pulau Liran merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daty, sebelah utara dari Timor Leste. Kegundahan mengenai mahalnya layanan komunikasi itu pun dikisahkan oleh Camat Wetar Barat, Emanuel. 

Dia mengisahkan, layanan telekomunikasi yang digunakan di daerah ini berasal dari perusahaan telekomunikasi Timor Leste, Telemor. Ketika menggunakan Telemor, masyarakat Liran harus mengeluarkan kocek sekitar US$1 untuk berbicara selama satu menit. Sedangkan untuk mengirimkan pesan melalui SMS, penduduk Pulau Liran mengeluarkan dana US$1 untuk dua kali pengiriman.

"Itu pun tak semua wilayah Pulau Liran mendapatkan jangkauan Telemor. Untuk bisa mendapatkan jaringan telepon Telemor, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer," kata Emanuel dalam keterangannya, Senin 2 Oktober 2017.

Tidak heran jika Emanuel memiliki harapan yang besar agar ada jaringan telekomunikasi lain yang bisa masuk ke Timor Leste. Bisa dibilang, saat ini Telkomsel menjadi jaringan telekomunikasi yang bisa menjangkau dan menghadirkan layanan yang murah.  Emanuel menuturkan, pulsa Rp20 ribu bisa digunakan untuk akses komunikasi selama satu minggu.

"Setelah 72 tahun Indonesia Merdeka, baru kali ini masyarakat Pulau Liran bisa menikmati layanan telekomunikasi dari operator asal Indonesia. Dahulu masyarakat Liran hanya bisa mendengar soal adanya sosial media. Namun kini kita sudah bisa merasakannya secara langsung. Bahkan jaringan di Pulau Liran jauh lebih baik dibandingkan ibu kota kabupaten," kata Emanuel.

Kini masyarakat Pulau Liran yang dahulu sangat terisolir, kata Emanuel, sudah bisa menikmati layanan telekomunikasi dan broadband dari Telkomsel. Dengan adanya layanan broadband, masyarakat Pulau Liran sudah bisa menikmati layanan sosial media seperti Facebook, Instagram maupun WhatsApp sama seperti masyarakat di Pulau Jawa. Bahkan layanan broadband Telkomsel sudah diaplikasikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah untuk pengiriman Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kesehatan maupun data pemerintahan.

4G LTE

Melihat posisi strategis Pulau Liran yang berhadapan langsung dengan negara Timor Leste, Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Pamasuka, Samuel mengatakan, dalam waktu dekat Telkomsel akan menggelar layanan 4G LTE.

“Kami mengakui untuk menghadirkan layanan telekomunikasi baru di pulau terluar seperti Pulau Liran memiliki banyak tantangan. Namun dengan semangat membangun negeri dalam memerdekakan Pulau Liran dari keterisolasian telekomunikasi, tantangan yang ada akan kami hadapi. Telkomsel juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hadirnya Telkomsel di Pulau Liran, khususnya pemerintah daerah setempat, masyarakat serta semua pihak yang terlibat,” terang Samuel dalam keterangannya.