Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 13:24 WIB
  • Air Mata Bisa Jadi Sumber Listrik

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Air Mata Bisa Jadi Sumber Listrik
Photo :
  • www.phys.org/Sean Curtin, True Media
Fisikawan University of Limerick Irlandia, Aimee Stapleton

VIVA.co.id – Ilmuwan punya sumber energi baru untuk listrik. Sumber tersebut berasal dari tubuh manusia. Peneliti University of Limerick di Irlandia menemukan air mata dan air liur bisa menjadi sumber menghasilkan listrik.

Studi peneliti menemukan pada air mata, air liur, susu, lendir dan putih telur mengandung protein lisozim. Bahan ini bisa menghasilkan listrik saat diletakkan di bawah tekanan. Lisozim juga merupakan enzim yang membantu menembus dinding sel bakteri. 

Tim peneliti tersebut mengkristalkan lisozim dan menemukan bahan ini bisa dimanipulasi untuk memproduksi muatan listrik. 

Dikutip dari Science Alert, Selasa 3 Oktober 2017, dalam pengujiannya tim peneliti menerapkan tekanan pada film kristal lisozim yang terjepit di antara dua slide kaca. Tim kemudian mengukur dan menghasilkan energi yang disebut piezoelektrik, sebuah kemampuan dapat menghasilkan suatu arus listrik jika mendapatkan perlakuan tekanan.

Peneliti mengatakan, sejatinya piezoelektrik ada banyak di sekitar lingkungan, tapi sayangnya tak banyak dieksplorasi. Padahal kapasitas piezoelektrik potensial menghasilkan listrik.

"Karena ini adalah bahan biologi, maka tak beracun sehingga bisa memiliki banyak aplikasi seperti lapisan antimikroba elektroaktif bagi implan medis," jelas salah satu peneliti studi, Aimee Stapleton. 

Menurut peneliti, efisiensi kristal lisozim hanya bisa disaingi oleh kristal kuarsa, tapi kuarsa merupakan bahan non-biologi.

Jika riset di masa depan memanfaatkan temuan tim tersebut, maka bisa muncul era baru elektronik hemat energi. Bisa juga nanti akan muncul implan jenis baru yang bisa mengirimkan obat ke dalam tubuh manusia, yang dikendalikan dan didayai sensor pendeteksi lisozim di dalam kulit. 

"Kami juga membayangkan lisozim dapat dipakai sebagai pelapis antioksidan yang bisa diurai, pizoelektrik antimikroba sampai implan konvensional," ujar peneliti. (ase)