Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 17:26 WIB
  • Pentingnya Badan Siber Jelang Tahun Politik

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Pentingnya Badan Siber Jelang Tahun Politik
Photo :
  • REUTERS/Amir Cohen
Ilustrasi serangan siber.

VIVA.co.id – Pakar siber, Pratama D Persadha menyayangkan molornya pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara pada September lalu. Kondisi ini menciptakan situasi rawan kejahatan siber pada tahun politik 2018 dan 2019.

“Seharusnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah terbentuk 23 September lalu bersama dengan alokasi anggaran, strategis, dan rencana program. Sehingga bisa bekerja maksimal tahun depan,” kata Pratama usai menjadi pembicara dalam seminar sains dan teknologi ‘Tunjukkan Jogjamu Untuk Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Menurutnya kehadiran BSSN sangat dibutuhkan guna menanggulangi serangan pencuri data maupun informasi penting negara. Dengan informasi penting itu, pihak berkepentingan bisa menggunakan data untuk mengontrol Indonesia.

Selain itu, Pratama menilai tingkat keamanan siber di Indonesia masih berantakan. Dengan kondisi itu, ia khawatir, pada tahun politik 2018 dan 2019, serangan melalui dunia maya akan semakin intensif memecah belah rakyat Indonesia.

“Serangan siber sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Namun era Jokowi masih kuat, sehingga kehadiran kejahatan siber masih belum dirasakan. Tidak hanya itu, hampir 58 persen pengguna internet di Indonesia tidak merasa mendapatkan serangan sehingga hal ini tidak terlalu dipentingkan,” ujarnya.

Negara tetangga, seperti  Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand, sudah memiliki badan siber negara. Selain sebagai penanggulangan serangan siber, badan siber difungsikan untuk membuat regulasi pengadaan infrastruktur jaringan internet.

Badan siber negara diperlukan Indonesia, sebab jika nanti semua instansi pemerintah di pusat dan daerah terhubung, maka penjahat siber akan mencari titik lemah jaringan yang dipergunakan sebagai pintu masuk.