Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 15:44 WIB
  • Era Digital, Sekolah Ini Terapkan 'Blended Learning'

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Era Digital, Sekolah Ini Terapkan 'Blended Learning'
Photo :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia
Suasana belajar siswa IPEKA Integrated Cristian School (IICS) Jakarta

VIVA.co.id – Menyesuaikan dengan perkembangan dan tren teknologi, sekolah IPEKA Integrated Cristian School atau IICS Jakarta, serba digital. Para siswa di sekolah tersebut belajar serba digital. Sementara guru, tidak lagi berbekal papan tulis dan buku pelajaran cetak. Guru maupun murid bermodal satu perangkat notebook untuk proses belajar mengajar.

Chief Executive Officer IPEKA IICS, Handojo menyatakan, sekolah berstandar internasional itu sedang bersiap-siap menyongsong implementasi pendidikan abad 21, dengan menerapkan blended learning, yaitu 'adonan' metode belajar digital dan guru. Jadi, guru mengontrol dan mengajar siswa lewat sebuah perangkat berbekal internet.

"Dukungan perangkat dan solusi teknologi dalam perwujudan digital classroom ini terbukti telah membantu guru dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses belajar mengajar," ujar Handojo ditemui di IPEKA IICS, Meruya, Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Handojo menerangkan, blended learning untuk kelas awal, yaitu kelas tujuh dan sepuluh. Tapi, seiring berjalan, IPEKA IICS nantinya akan menerapkan untuk seluruh kelas mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Chromebook Acer dukung blanded learning

Metode belajar blanded learning IPEKA IICS didukung notebook keluaran Acer, yaitu Chromebook. Dengan Chromebook, pengajar bisa memberikan tugas melalui Google Docs dan secara otomatis membuat duplikasi untuk setiap murid, mereka pun dapat langsung mengerjakan tugas dalam dokumen tersebut.

Solusi perangkat Chromebook juga otomatis membantu guru menyusun tugas dalam folder driver yang terstruktur, sehingga murid juga akan melihat tugas serta tenggat waktu pengumpulan.

Keunggulan lainnya, guru dapat membuat pengumuman dan memulai diskusi serta menjawab pertanyaan murid secara real time.

"Selama empat dekade, Acer berkomitmen untuk mendukung sektor pendidikan sekaligus mendukung perwujudan digital classroom," ujar Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang.

Menurut studi, sebanyak 75 persen guru percaya konten pembelajaran digital akan menggantikan buku teks cetak dalam waktu 10 tahun ke depan. Selain itu, 81 persen guru juga percaya bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membuat perbedaan positif pada pembelajaran.